Trump Mencak-mencak Lagi NATO Ogah Bantu Amankan Selat Hormuz: Pengecut!

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam keras minimnya dukungan yang diberikan negara-negara NATO kepada AS dalam perang melawan Iran, khususnya mengamankan jalur Selat Hormuz. Trump menyebut sekutunya di NATO itu sebagai pengecut.

"Tanpa AS, NATO hanya macan kertas," kata Trump dalam unggahannya di Truth Social dilansir Channel News Asia (CNA), Jumat (20/3/2026).

Selat Hormuz saat ini telah diblokade Iran sejak negara itu diserang AS dan Israel pada 28 Februari silam. Penutupan di jalur perdagangan minyak dunia ini membuat kelangkaan dan naiknya Harga minyak.

Baca juga: Syarat dari Italia, Jerman dan Prancis Sebelum Bergerak di Selat Hormuz

Trump kemudian meminta sekutunya di NATO untuk turun tangan dalam mengamankan jalur Selat Hormuz dari Iran. Namun, keinginan dari Trump itu tidak digubris oleh para anggota NATO.

"Sekarang pertempuran itu telah dimenangkan secara militer, dengan bahaya yang sangat kecil bagi mereka, mereka mengeluh tentang harga minyak yang tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz, manuver militer sederhana yang merupakan satu-satunya alasan tingginya harga minyak. Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil," tulis Trump.

"Para pengecut dan kita akan mengingatnya," sambungnya.

Baca juga: Trump Disebut Ingin Duduki Pulau Kharg untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Negara-negara NATO Belum Mau Terlibat di Konflik Selat Hormuz

Dilansir AFP, Jumat (20/3/2026), Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda mengatakan pada Kamis (19/3), bahwa mereka siap "berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz".

Kelompok tersebut mengatakan mereka "menyambut baik komitmen negara-negara yang terlibat dalam perencanaan persiapan", dan mereka mengutuk "dengan keras serangan baru-baru ini oleh Iran terhadap kapal-kapal komersial tak bersenjata di Teluk".

Namun Italia, Jerman, dan Prancis kemudian menjelaskan pada Kamis (19/3) bahwa mereka tidak berbicara tentang bantuan militer langsung, melainkan inisiatif multilateral potensial setelah gencatan senjata.




(ygs/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
H-1 Lebaran: 8.802 Penumpang Berangkat dari Stasiun Pasar Senen
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Prakiraan Cuaca di Objek Wisata dari Borobudur hingga Danau Toba pada Idulfitri 21 Maret 2026
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Tegaskan Tidak Sedang Lakukan Perundingan, Negara yang Bantu AS Dianggap Musuh
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Tidak Tumbang Meski Dikeroyok: Iran dan Batas Kekuatan Israel–AS
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.