Keluh Driver Ojol Jakarta Saat Mudik Lebaran: Order Sepi, Pendapatan Anjlok

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Pusat dan sekitarnya mengeluhkan sepinya penumpang selama momen mudik Lebaran 2026.

Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan harian yang disebut mencapai hingga 50 persen.

Muhammad Zaki (46), pengemudi ojol di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, mengatakan penurunan jumlah penumpang sudah terasa sejak awal bulan puasa.

“Kalau normalnya siang hari banyak orang keluar, sekarang berkurang. Paling hanya ramai saat jam sibuk saja. Kira-kira turun sampai 50 persen lah hari ini,” ujar Zaki saat ditemui di lokasi, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Curhat Driver Ojol H-1 Lebaran di Jakarta: 5 Jam Narik Baru Dapat 3 Penumpang

Menurut dia, orderan biasanya meningkat pada pagi hari saat jam berangkat kerja dan sekolah, kemudian kembali ramai menjelang sore hingga malam hari.

Memasuki masa mudik Lebaran, kondisi justru semakin sepi. Zaki menyebut banyak pengemudi dan penumpang yang sama-sama pulang kampung sehingga jumlah order menjadi lebih terbatas.

“Dari jam 08.00 sampai 16.30 saya baru dapat enam penumpang. Untungnya jaraknya lumayan jauh, jadi masih ada pemasukan,” katanya.

Padahal, sebelum masa mudik, ia bisa mendapatkan sekitar 15 hingga 20 order per hari dengan jam kerja terbagi pada pagi serta sore hingga malam hari.

Baca juga: Jakarta Sepi Jelang Lebaran, Driver Taksi Online Justru Kebanjiran Order

Di sisi lain, kondisi lalu lintas di Jakarta justru lebih lengang. Zaki mengaku waktu tempuh perjalanan menjadi lebih cepat dibanding hari biasa.

“Kalau sekarang tidak ada kepadatan. Paling hanya di titik tertentu seperti Pasar Jatinegara dan Pasar Pulo Jahe yang mulai ramai jelang Lebaran,” ujarnya.

Ia memprediksi kondisi jalan yang relatif lengang ini akan berlangsung hingga hari ketiga atau keempat Lebaran.

Selain sepinya order, Zaki juga mengeluhkan seringnya pembatalan pesanan oleh penumpang, bahkan saat pengemudi sudah mendekati lokasi penjemputan.

“Kadang kita sudah jalan 3 sampai 4 kilometer buat jemput, tapi tiba-tiba di-cancel. Itu yang jadi keluhan juga sekarang,” kata dia.

Baca juga: Suka Duka ART Infal Lebaran, Upah Lebih Tinggi tapi Kerja Berkali Lipat

Zaki mengaku telah menjadi pengemudi ojol selama hampir 11 tahun dan merasakan perubahan pola order yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama menjelang mudik dan Lebaran.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Keluhan serupa disampaikan Insanul (25), pengemudi ojol di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Ia mengaku hanya mendapat satu penumpang dari pagi hingga sore hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Catat 270 Ribu Kendaraan, Jasa Marga: Tertinggi Sepanjang Sejarah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Asia Borong Minyak AS di Tengah Penutupan Selat Hormuz
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perbedaan Lebaran Muhammadiyah, Ini Penyebabnya
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
KDM Marah Bukan Main Bubarkan Warga Penyapu Koin yang Bandel Minta-minta di Sepanjang Jalur Indramayu-Subang
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Rismon Disebut Pemain Lenong, Zukifli Ekomei: Saya Heran kok Pelat Mobilnya AD?
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.