DUKUNGAN terhadap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas berbagai terobosan program yang relevan dengan situasi dan kebutuhan masyarakat membuahkan hasil. Acara Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 yang digagas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen menarik perhatian para pejabat negara yang juga berkunjung ke stasiun untuk memantau arus mudik di beberapa titik di Jakarta. MABB menjadi bukti nyata keberlanjutan program yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.
Apresiasi atas MABB 2026 datang dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, saat meninjau Terminal Pulogebang pada Senin (16/3). Ia menekankan bahwa inisiatif Kemendikdasmen ini merupakan langkah luar biasa dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. “Ini adalah (hal yang) luar biasa dan tentu saya sangat mendukungnya,” jelas Yassierli.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, yang berada di Terminal Kampung Rambutan juga turut mengapresiasi peran Badan Bahasa yang secara aktif melayani anak-anak agar tidak mengalami kejemuan selama perjalanan. Ia menerangkan bahwa kesiapan terminal tidak hanya diukur dari kesiapan keamanan, tetapi juga layanan yang nyaman bagi penumpang.
Baca juga : Kemendikdasmen Bagikan 24 Ribu Buku Anak secara Gratis untuk Para Pemudik
“Saya mengucapkan terima kasih kepada unsur-unsur pelayanan (publik) di sini yang sudah menggunakan kemudahan yang ada di terminal untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan para penumpang, termasuk juga dari Badan Bahasa yang melayani anak-anak supaya tidak bosan dengan memberikan buku-buku bacaan untuk (dibaca) selama di perjalanan maupun nanti (sesampai) di kampung halaman,” terang Djamari pada Senin (16/3).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang menjadi kunci sukses program MABB. Ia mengungkapkan bahwa pembiasaan membaca harus dimulai dari anak-anak. “Langkah ini (penguatan budaya baca) harus konsisten kita lakukan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia kita. Dengan membaca, kita akan tahu berbagai ilmu pengetahuan dan itu harus kita mulai dari anak-anak kita,” jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang pada Selasa (17/3) yang berkunjung ke Stasiun Pasar Senen, mengomentari MABB di sana. Ia menilai bahwa kehadiran buku bacaan di tengah transportasi publik adalah hal yang penting untuk menambah wawasan anak-anak. “Ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak, menemani mereka saat berada di perjalanan, di mana para orang tua juga bisa membacakan cerita buat anak-anaknya. Budayakan membaca, karena buku adalah jendela dunia,” ujar AHY.
Baca juga : Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan lintas instansi yang telah mendukung kegiatan MABB 20206. “Kami mengapresiasi semua pihak yang luar biasa mendukung kegiatan yang nampak sederhana ini tapi saya yakini dampaknya akan sangat besar sekali. Karena kehadiran buku di ruang publik seperti ini, stasiun, dan mungkin nanti diperluas ke tempat-tempat lainnya, merupakan salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan anak-anak terhadap buku dan bahan bacaan, dan juga untuk meningkatkan akses masyarakat kepada kebiasaan membaca sejak dini,” tuturnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan rasa syukurnya karena program ini diterima dengan baik dan mendapat dukungan banyak pihak. “Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar dan dari waktu ke waktu jumlah buku yang dibagikan semakin banyak dan juga mendapatkan dukungan serta apresiasi yang tinggi dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Pada MABB tahun ini, Kemendikdasmen menyebarkan 24 ribu eksemplar buku bacaan bermutu yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh berbagai mitra seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Pusat Perbukuan, serta sejumlah penerbit buku seperti PT Macananjaya Cemerlang, Balai Pustaka, CV Bukit Mas, CV Aldeaz, Solo Murni, Sejahtera Printing, PT Gramedia Pustaka Utama, PT Temprina Media Grafika, PT ProVisi Mandiri Pratama, Asia Foundation, Yayasan Litara, dan Arya Duta. Selain itu, dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan, seperti PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Unit Terminal Terpadu Pulo Gebang, Satuan Pelaksana Terminal Bus Kalideres, Unit Terminal Kampung Rambutan, Bandara Halim Perdanakusuma, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, Terminal Pakupatan, serta komunitas pegiat literasi dan Ikatan Duta Bahasa Nasional. (RO)





