Warga Depok Semarakkan Malam Takbiran dengan Dekorasi Idulfitri 1447 Hijriah

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

 

Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, umat Islam di berbagai wilayah Indonesia tampak semarak merayakan malam takbiran. Terasa, suana penuh khidmat dan kebersamaan terasa di masjid, musala, hingga lingkungan permukiman warga yang mengumandangkan takbir sebagai ungkapan syukur setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Salah satunya di Depok Timur, Jawa Barat berdasarkan pantauan tvrinews.com nampak warga tengah berkerumun untuk melihat dekorasi bertema perayaan Idulfitri, menyerupai taman kecil dengan elemen kayu, tanaman hijau, serta ornamen lampu yang hangat dan terang.

Tak hanya itu, nampak di tengah dekorasi terdapat replika rumah kayu dengan tulisan “Selamat Idul Fitri 1447 H” di bagian atasnya. 

Kemudian, di sisi kanan dan kiri terdapat bedug besar sebagai simbol tradisi takbiran. Lampu-lampu gantung menambah kesan hangat dan meriah pada suasana malam tersebut.

Sejumlah orang, baik dewasa maupun anak-anak, terlihat berkumpul dan beraktivitas di sekitar area tersebut. Ada yang berjalan, mengobrol, hingga anak-anak yang bermain. 

Di bagian depan, terlihat juga pengendara sepeda motor melintas, menandakan lokasi ini berada di tepi jalan yang cukup ramai.

Sebelumnya, Pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.

"Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers usai sidang, dikutip dari Tayangan YouTube Kementerian Agama, Kamis, 19 Maret 2026.

Menag menjelaskan, penetapan tersebut didasarkan pada dua hal utama, yakni hasil perhitungan astronomi (hisab) dan pemantauan hilal (rukyat).

Secara hisab, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada pada ketinggian antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan sudut elongasi antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.

"Secara hisab, posisi hilal tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," jelasnya.

Adapun kriteria MABIMS yang disepakati oleh Menteri Agama dari Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Selain itu, hasil rukyat yang dilakukan di 117 titik di seluruh Indonesia juga tidak menunjukkan adanya hilal.

"Laporan yang diterima serta dikonfirmasi menunjukkan bahwa tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal," ucapnya.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Kedua Tayang, Tak Ada Satu Pun Film Lebaran 2026 Raih 100 Ribu Penonton 
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mau Akuisisi Jungleland, Rights Issue JGLE Disorot Bursa
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Lonjakan Transaksi Digital Jelang Lebaran, Ujian Kesiapan Sistem TI Perusahaan
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketua PP Muhammadiyah Imbau Elite Beri Teladan di Lebaran 1447 H
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Pemudik War Tiket Kereta H-1 Lebaran, Refresh Terus hingga Dapat Kursi Batalan
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.