Eks Presiden Irlandia Kritik Standar Ganda Dunia Internasional Respons Agresi AS-Israel ke Iran

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Mantan Presiden Irlandia Mary Robinson mengkritisi "standar ganda" dalam penegakan hukum internasional terhadap agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan membandingkan kerasnya kritik terhadap Rusia atas perang Ukraina.

Robinson saat berbicara kepada Sky News pada Jumat, menekankan pentingnya akuntabilitas global, mengatakan bahwa negara-negara harus bersuara menentang pelanggaran terlepas dari siapa yang melakukannya.

Baca Juga :
3 Sanksi FIFA untuk Israel Terkait Aduan Palestina
Israel Larang Umat Muslim Salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa

"Sangat penting bagi negara-negara lain untuk bersuara, karena kita perlu mendukung supremasi hukum internasional. Ini adalah salah satu pencapaian terbesar umat manusia, dan kita perlu melestarikannya, dan oleh karena itu kita tidak ingin memiliki standar ganda," katanya.

Robinson menunjuk kerasnya respons internasional terhadap Rusia atas perang Ukraina, dan membandingkannya dengan apa yang dia gambarkan sebagai reaksi yang lebih lemah terhadap tindakan baru-baru ini oleh AS dan Israel yang menargetkan Iran.

"Kita melihat agresi sekarang oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang tidak dibenarkan dalam Piagam PBB, yang ilegal, dan sangat sedikit negara yang secara eksplisit membicarakannya. Mereka mencoba untuk menghindarinya," katanya.

Menyoroti upaya diplomatik, dia mencatat bahwa menteri luar negeri Oman telah berbicara "dengan sangat jelas" tentang negosiasi yang sedang berlangsung, termasuk apa yang dia gambarkan sebagai "usulan baru dan substantif" dari Iran.

"Alih-alih melanjutkan hal itu, tiba-tiba terjadi serangan militer yang tidak dapat dibenarkan menurut hukum internasional, dan pemerintah harus siap untuk bersuara tentang hal itu," kata Robinson.

Sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, permusuhan telah meningkat.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Baca Juga :
Juru Bicara Garda Revolusi Iran Brigjen Ali Muhammad Naeini Tewas dalam Serangan Israel
Ngaku 'Main Sendiri' Serang Ladang Gas Iran, Netanyahu Ditegur Trump
Negara-negara Afrika Hadapi Kelangkaan BBM Imbas Ketegangan Timur Tengah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
155.908 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Idulfitri 1447 H
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Cerita Purbaya Yudhi Sadewa: Lebaran Pertama Jadi Menteri Lebih Berat, Sampai Sulit Tidur
• 1 jam laludisway.id
thumb
Rumah Tangga Dikabarkan Retak, Shyalimar Malik Akui Adanya Orang Ketiga  
• 51 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Momen Didit Hediprasetyo Lebaran di Al Azhar, Akrab dengan Anies Baswedan
• 9 jam laludisway.id
thumb
Situasi Terkini Open House Lebaran 2026 di Istana, Siapa Saja Tamu Presiden Prabowo?
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.