Volume lalu lintas di ruas tol yang dikelola ASTRA Infra mencapai sekitar 295 ribu kendaraan pada H-2 Lebaran 2026 atau Kamis (19/3/2026), dengan lonjakan signifikan terjadi di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) dan Jombang–Mojokerto.
Berdasarkan data perusahaan, Tol Cikopo–Palimanan mencatat sekitar 135 ribu kendaraan melintas atau meningkat 160% dibandingkan lalu lintas harian normal dan naik 11% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Sementara itu, Tol Jombang–Mojokerto dilalui sekitar 58 ribu kendaraan atau naik 117% dari lalu lintas normal serta meningkat 6% dibandingkan Lebaran 2025.
Di sisi lain, Tol Tangerang–Merak mencatat sekitar 102 ribu kendaraan melintas, lebih rendah 35% dibandingkan lalu lintas harian normal dan turun 6,6% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
ASTRA Infra menyebut lonjakan tertinggi terjadi di jalur utama arus mudik menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya di ruas Cipali yang menjadi koridor utama pemudik dari Jabodetabek.
Seiring dengan peningkatan volume kendaraan, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di ruas Cipali telah dihentikan dan arus lalu lintas kembali normal dua arah. Kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan diskresi Kepolisian.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, ASTRA Infra menyediakan panduan perjalanan atau guidebook mudik yang memuat informasi terkait tarif tol, lokasi rest area, hingga alternatif tempat istirahat di luar jalan tol.
Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan untuk melakukan perjalanan secara terencana dan memperhatikan kondisi fisik selama berkendara.
Baca Juga: Ada 507 Ribu Kendaraan Padati Tol Jasa Marga Jelang Lebaran 2026
Baca Juga: Arus Kendaraan Normal, Skema Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan
Baca Juga: Volume Kendaraan Meningkat, One Way Nasional di Tol Cikampek-Kalikangkung Diberlakukan
Pengendara disarankan beristirahat di rest area atau keluar tol apabila telah berkendara maksimal empat jam guna menghindari kelelahan.
Selain itu, ASTRA Infra menyediakan layanan bantuan melalui call center di masing-masing ruas tol untuk menangani kondisi darurat atau kebutuhan informasi selama perjalanan mudik.
Peningkatan volume kendaraan pada H-2 Lebaran ini menunjukkan arus mudik masih terpusat di jalur darat, dengan distribusi lalu lintas yang tidak merata di tiap ruas tol.





