Wali Kota Bogor Persilakan Warga Datang Silaturahmi Lebaran tapi Tidak Ada Acara Khusus

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, masyarakat tetap bisa datang untuk melakukan halal bi halal tetapi tidak ada acara khusus.

Ia mengatakan, tidak menolak kehadiran masyarakat yang ingin berkunjung ke Rumah Dinas tetapi tidak menyiapkan acara secara khusus.

Dirinya menambahkan, masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi agar tidak berharap berlebihan terkait hidangan yang disajikan.

"Namanya bukan open house, ya. Tentu sebagai Wali Kota, saya tidak mungkin menolak kehadiran masyarakat yang datang berkunjung. Tetapi terus terang, saya tidak menyiapkan acara secara khusus," kata Dedie, di Balai Kota Bogor, pada Jumat (20/3/2026) Malam.

Baca juga: Pemkab Bogor Gelar Open House di Stadion Pakansari, Bupati Sebut Ada Makanan Gratis

"Jadi, kalaupun ada hidangan, jangan berharap berlebihan. Artinya, kami siapkan namun menyesuaikan saja. Kalau ada yang mau datang, manggga (silakan)," sambung dia.

Dedie juga sempat berkelakar, masyarakat yang hadir tidak mendapatkan nasi kebuli karena penjualnya sedang libur merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

"Tetapi jangan nanti bertanya-tanya, 'kenapa Wali Kota tidak menyiapkan nasi kebuli?' Karena selain ada edaran dari Mendagri untuk menyesuaikan dan membatasi acara, tukang nasi kebulinya juga sedang libur," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto melarang para pejabat untuk menggelar open house secara mewah-mewahan pada Idul Fitri 2026 ini.

Prabowo mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang terdampak bencana.

"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," ujarnya dalam Sidang Kabinet di Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Daftar Stasiun KRL Paling Ramai di H-1 Lebaran, Stasiun Bogor Masih Tertinggi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski begitu, Prabowo menekankan, larangan ini bukan berarti pejabat tidak menggelar open house, karena roda perekonomian harus tetap berjalan.

"Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," imbuh Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Mau Jemawa, Pedro Acosta Sebut Dirinya Tidak Pantas Bertengger di Puncak Klasemen Sementara MotoGP 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Nekat Mencuri Demi Mudik, Pemuda di Bangka Selatan Ditangkap Polisi | KOMPAS PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
BGN Wajibkan Pengelolaan Sampah Program MBG Berbasis Ekonomi Sirkuler Secara Menyeluruh
• 22 jam lalupantau.com
thumb
AS Roma & Lyon Out! Ini Daftar 8 Tim yang Lolos ke Perempat Final Liga Europa
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Pesan Menko AHY Kala Momen Idulfitri 1447 Hijriah
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.