Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat mobilitas masyarakat menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama telah melewati titik puncaknya dan mulai melandai hingga H-2 Lebaran 2026.
Berdasarkan data perseroan periode 11–19 Maret 2026 (H-10 s.d H-2), sebanyak 621.366 kendaraan tercatat melintas menuju arah Trans Jawa. Angka tersebut mencerminkan lonjakan signifikan sebesar 145,52% dibandingkan lalu lintas normal yang hanya sebanyak 253.080 kendaraan.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa kelancaran arus selama periode puncak didukung oleh penerapan rekayasa lalu lintas yang terintegrasi, mulai dari contraflow di Tol Jakarta–Cikampek hingga one-way nasional.
"Puncak arus mudik Idulfitri 1447H/2026 telah terlewati dengan baik. Langkah-langkah tersebut efektif dalam menjaga kelancaran arus kendaraan menuju Trans Jawa pada periode puncak mudik," ujar Ria, Jumat (20/3/2026).
Adapun, lonjakan volume kendaraan tidak hanya terjadi di koridor utama, tetapi juga merambat ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat 335.229 kendaraan menuju Semarang, melesat 134,80% dari angka normal. Sementara itu, arus menuju Solo melalui GT Banyumanik mencapai 366.374 kendaraan, naik 84,21%.
Di wilayah Jawa Timur, kepadatan terlihat di GT Warugunung dengan 221.659 kendaraan menuju arah Jakarta (naik 32,14%) dan 211.162 kendaraan menuju Surabaya (naik 18,68%). Adapun arah Malang melalui GT Kejapanan Utama mencatatkan 222.346 kendaraan, tumbuh 9,37% dari lalin normal.
Setelah puncak mudik, JTT kini mulai mengalihkan fokus pada persiapan arus balik dengan menyiagakan skenario rekayasa lalu lintas situasional dan optimalisasi gardu transaksi.
Ria juga mengingatkan bahwa potongan tarif tol sebesar 23% untuk seluruh transaksi di Ruas Batang–Semarang masih berlaku hingga 31 Maret 2026 sebagai upaya mendistribusikan lalu lintas.
"Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan," tambahnya.
Hingga saat ini, arus kendaraan dari arah Timur menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama turun 30,30% menjadi 172.090 kendaraan, mengonfirmasi fokus pergerakan masyarakat yang masih terkonsentrasi di luar Jabotabek.





