Denpasar: Umat Muslim di Bali merayakan malam kemenangan setelah sebulan berpuasa dengan mengarak miniatur masjid bernuansa Bali diiringi gema takbir. Kegiatan ini menciptakan suasana malam takbiran yang meriah dan penuh semangat kebersamaan.
“Kami tetap menjaga pulau yang kami tempati dengan membuat miniatur berisi ornamen-ornamen Bali, karena memang ini kreativitas para pemuda dan toleransinya kami utamakan,” kata Pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kampung Muslim Dusun Wanasari Farhan Hani, dilansir dari Antara, Jumat, 20 Maret 2026.
Farhan mengatakan hubungan baik antara Umat Muslim Dusun Wanasari dengan Umat Hindu menjadikan konsep perpaduan budaya ini ide bagi para pemuda dan pemudi.
Baca Juga :
5 Masjid Ini Jadi Fokus Pengamanan Malam Takbiran di BaliDi miniatur masjid berukuran sekitar 1,5 x 3 meter berwarna oranye khas bangunan Bali itu berisi empat balai tinggi bak bale kulkul di banjar maupun pura pada sudut-sudutnya.
Ini memberi pesan bahwa di Idulfitri 1447 Hijriah, kekompakan dan toleransi di Bali khususnya lingkungan Dusun Wanasari didorong agar terus terjaga. Apalagi pada 19 Maret kemarin baru saja terlaksana Hari Raya Nyepi yang menunjukkan betapa berdampingannya kedua agama merayakan hari raya.
“Hubungan kami memang luar biasa disini, kemarin pun kami terlibat untuk pengamanan Hari Raya Nyepi baik dari linmas, masyarakat Wanasari, bersama pecalang disini,” ujar Farhan.
“Bahkan mestinya tradisi membangunkan sahur terakhir tadi yang biasanya agenda tahunan itu kami undur jadi sebelum Nyepi sebelum Pengerupukan demi berjalannya hari raya dengan kondusif,” sambungnya.
Di malam takbiran, ratusan Umat Muslim sudah berkumpul sejak sore di depan Masjid Baiturrahmah Denpasar. Sementara iring-iringan takbir baru tiba sekitar pukul 21.00 WITA.
Anak-anak dan pemuda pemudi datang setelah berjalan sekitar 3 kilometer membawa miniatur masjid bernuansa Bali dengan diikuti bendera, obor, dan hiasan bulan sabit, sembari disambut genderang dan gema takbir.
Kalimat ‘Allahu Akbar’ terus menggema diikuti ratusan Umat Muslim yang menyaksikan di depan masjid selama satu jam.
Anak-anak dan pemuda pemudi Kampung Muslim Dusun Wanasari menggelar malam takbiran di Denpasar, Jumat, 20 Maret 2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
Pendiri Forum Peduli Wanasari Bersatu (FPWB) Ilham Supriadi yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus Anggota DPRD Denpasar menambahkan bahwa seluruh rangkaian malam takbiran merupakan inisiasi pemuda pemudi Dusun Wanasari.
Forum dan para pengurus Kampung Muslim hadir membantu dalam hal pengamanan dibarengi kehadiran kepolisian dan pecalang. Ia melihat euforia perayaan malam takbiran tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga diperlukan pengamanan ekstra.
“Kami ini untuk mengantisipasi jumlah penduduk Kampung Muslim yang hadir karena antusiasnya melebihi 10 ribu orang ini yang datang, ini agar kreativitas anak-anak yang sudah disiapkan sebulan dapat lancar dan tahun-tahun berikutnya semakin baik,” ujar Ilham.




