Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan bahwa pembangunan 12 unit hunian sementara (huntara) di Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen telah rampung. Seluruh unit huntara tersebut siap ditempati setelah Hari Raya Idulfitri.
“Alhamdulillah, seluruh pembangunan huntara di Aceh Barat telah rampung sebelum Hari Raya Idulfitri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, seperti dilansir Antara, Jumat, 20 Maret 2026.
Baca Juga :
543 Keluarga Korban Bencana Pidie Jaya Mulai Tempati HuntaraIa mengatakan, pembangunan huntara di Desa Lawet telah berhasil dirampungkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Namun, masyarakat belum menempati hunian sementara tersebut, karena masih menunggu selesainya perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
“Kalau sarananya sudah selesai, tinggal kita lengkapi isi huntaranya saja,” ungkapnya.
Sedangkan untuk huntara di Desa Jambak saat ini telah ditempati oleh enam orang kepala keluarga sejak Selasa, 10 Maret 2026. Enam kepala keluarga tersebut juga mendapatkan fasilitas lengkap dari BNPB, BPBD Aceh Barat, Baitul Mal, dan Pemkab Aceh Barat.
“Sudah kita lengkapi peralatan pendukung seperti kompor dan alat-alat lainnya, termasuk semua kebutuhan dasar," ujarnya.
Bupati Aceh Barat Tarmizi memeriksa sejumlah peralatan dan logistik sebelum diserahkan kepada penyintas bencana alam yang menghuni huntara di kawasan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
Sebelumnya, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan terdapat 12 unit huntara yang disiapkan secara keseluruhan oleh BNPB di Kabupaten Aceh Barat. Selama masa transisi ini, pemerintah bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjamin ketersediaan logistik dan bantuan sembako bagi para pengungsi yang menempati huntara.
Pemerintah Aceh Barat juga meminta masyarakat yang sudah menempati hunian sementara, agar dapat hidup dengan rukun, saling bersilaturahmi, dan berkomunikasi dengan baik.



