Alasan di Balik Israel Larang Umat Muslim Salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Yerusalem, VIVA – Larangan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa menjadi sorotan dunia. Otoritas Israel dilaporkan tidak mengizinkan umat Muslim melaksanakan ibadah di kawasan suci tersebut menjelang Hari Raya, dengan alasan situasi keamanan yang tengah memanas.

Kebijakan ini disebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Israel dan Iran. Dengan dalih menjaga stabilitas, akses menuju kompleks Al-Aqsa dibatasi secara ketat, bahkan aktivitas berkumpul di sekitar kawasan tersebut turut dibatasi.

Baca Juga :
Eks Presiden Irlandia Kritik Standar Ganda Dunia Internasional Respons Agresi AS-Israel ke Iran
3 Sanksi FIFA untuk Israel Terkait Aduan Palestina

Keputusan ini pun memicu reaksi dari warga Palestina. Meski dilarang memasuki area masjid, mereka tetap berupaya menjalankan ibadah dengan berkumpul di sekitar Kota Tua Yerusalem. Pada Jumat, 20 Maret 2026, seruan pun digaungkan agar umat Muslim tetap melaksanakan salat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa sebagai simbol kemenangan setelah Ramadhan.

Namun, situasi di lapangan tidak berjalan kondusif. Aparat keamanan Israel dilaporkan mengambil tindakan tegas terhadap warga yang mencoba beribadah di luar area yang diizinkan. Penggunaan pentungan, granat kejut, hingga gas air mata disebut terjadi sebagai respons atas aksi protes warga Palestina terhadap penutupan kawasan masjid selama bulan suci.

Kondisi di wilayah Yerusalem Timur pun berubah drastis. Jika biasanya kawasan tersebut dipadati warga menjelang Lebaran, tahun ini suasana justru tampak sepi. Aktivitas masyarakat menurun tajam, bahkan beberapa pihak menggambarkan situasi seperti kota mati.

Tak hanya berdampak pada kegiatan ibadah, pembatasan ini juga memukul sektor ekonomi lokal. Banyak pedagang Palestina tidak diizinkan membuka toko mereka di kawasan Kota Tua. Hanya beberapa usaha penting seperti apotek dan penjual bahan pokok yang tetap diperbolehkan beroperasi.

Sejumlah pedagang mengaku mengalami kerugian besar, terutama karena momen menjelang Idul Fitri biasanya menjadi periode dengan penjualan tertinggi. Namun, dengan adanya pembatasan, peluang tersebut hilang dan menambah beban ekonomi masyarakat setempat.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, warga Palestina tetap berusaha mempertahankan tradisi dan hak beribadah mereka. Seruan untuk tetap melaksanakan salat Idul Fitri di sekitar kawasan Kota Tua menjadi bentuk simbolik perlawanan sekaligus harapan agar kebebasan beribadah tetap terjaga.

Baca Juga :
Israel Larang Umat Muslim Salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa
Ngaku 'Main Sendiri' Serang Ladang Gas Iran, Netanyahu Ditegur Trump
Iran Tegaskan Tidak Sedang Lakukan Perundingan, Negara yang Bantu AS Dianggap Musuh

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ilmuwan China Ungkap Faktor Perubahan Iklim Asia selama 130.000 Tahun
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Membaca Filosofi Inaq dan Amaq: Panggilan Sederhana yang Sarat Makna
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Buka Lembaran Baru di Hari yang Fitri
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hujan Tak Halangi Warga Rayakan Malam Takbiran di Bundaran HI Jakarta
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Aldila Sutjiadi Duet dengan Ingrid Neel di Miami Open 2026, Gantikan Khromacheva
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.