100 Truk Dikerahkan Atasi Sampah di Jakarta Barat

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Kota Jakarta Barat mengerahkan 100 truk untuk mengatasi tumpukan sampah yang terjadi di beberapa wilayah seperti Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan, dan tempat pembuangan sampah sementara di Jembatan Lima dan Jembatan Besi, Tambora, pada Sabtu. Tumpukan sampah ini terjadi akibat kendala teknis serta perubahan jadwal pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.

Menurut Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, hambatan teknis dalam pengiriman sampah ke Bantar Gebang menyebabkan penumpukan yang signifikan. Namun, dengan kebijakan Dinas dan Suku Dinas, 100 truk telah dikerahkan hari ini untuk menangani masalah sampah yang tertunda tersebut.

Penanganan Saluran Air dan Strategi Jangka Panjang

Selain masalah sampah, Pemkot Jakarta Barat juga berupaya menangani saluran air yang mengalami pendangkalan parah akibat sedimen lumpur dan sampah. Iin menyatakan bahwa kawasan ini rawan banjir dari luapan Kali Angke, sehingga pihaknya merencanakan kerja bakti massal terpadu setelah Hari Raya Idul Fitri untuk normalisasi saluran air.

Untuk jangka panjang, Pemkot Jakarta Barat akan mengoptimalkan pemilahan sampah organik dari sumbernya. Salah satu langkahnya adalah melalui pembuatan lubang biopori di jalur-jalur taman agar sampah daun tidak perlu lagi dibuang ke Bantar Gebang, melainkan diolah menjadi kompos yang juga berfungsi sebagai resapan air.

Strategi "Gempur" oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpel LH Tambora untuk menerapkan strategi "gempur" guna mempercepat pembersihan. Kebijakan ini menekankan prioritas pada titik dengan volume sampah tinggi untuk diselesaikan secara tuntas sebelum beralih ke lokasi lain.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Meski fokus pada penanganan di wilayah Tambora dan Jelambar Baru, layanan rutin di jalur protokol tetap berjalan. Terkait penumpukan di Jelambar Baru, Achmad menegaskan telah memberikan teguran kepada pengawas lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD: Longsor tebing gunung putuskan akses ke KAT Sikundo Aceh Barat
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Iran Syaratkan Akhir Perang
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
EUDR Tekan Ekspor RI, CORE Desak Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Percepat Reformasi Sawit
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Efisiensi Energi, Airlangga sebut ASN dan Karyawan Swasta WFH 1 Kali dalam 5 Hari Kerja
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Suasana Salat Idulfitri di Masjidil Haram Makkah yang Dihadiri Pangeran MBS
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.