PBB: AS pegang kunci untuk hentikan konflik di kawasan Timur Tengah

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menilai penghentian konflik di Timur Tengah sangat bergantung pada kemauan politik Amerika Serikat (AS).

“Perang ini harus dihentikan... dan saya percaya hal itu berada di tangan Amerika Serikat untuk menghentikannya. Itu mungkin dilakukan, tetapi bergantung pada kemauan politik untuk melakukannya,” katanya.

Guterres juga menyatakan terdapat alasan untuk meyakini bahwa kejahatan perang mungkin telah terjadi oleh kedua pihak dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa meningkatnya jumlah korban sipil membuat semua pihak rentan terhadap tuduhan pelanggaran hukum internasional.

“Saya tidak melihat perbedaan. Tidak peduli siapa yang menargetkan warga sipil. Hal itu sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan Politico, Kamis (19/3), Guterres menambahkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Jika terdapat serangan, baik terhadap Iran maupun dari Iran, terhadap infrastruktur energi, saya pikir ada alasan yang cukup untuk menilai bahwa hal tersebut dapat merupakan kejahatan perang,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah eskalasi terbaru, setelah Israel menyerang ladang gas alam South Pars milik Iran pada Rabu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap fasilitas energi utama di Qatar.​​​​​​​

Guterres juga mengisyaratkan bahwa strategi Israel berfokus pada upaya menghilangkan kemampuan militer Iran. Ia menambahkan bahwa dirinya belum berbicara dengan Presiden AS Donald Trump sejak dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk dari pertahanan diri.

AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan "pendahuluan" tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan bahwa mereka menginginkan terjadi perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: Mantan pejabat AS sebut Israel gagalkan perundingan nuklir Iran

Baca juga: IMF: Operasi militer AS terhadap Iran berisiko dorong inflasi global


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legenda Film Laga Chuck Norris Meninggal Dunia di Usia 86
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tinggalkan Rumah Saat Mudik? Ini Tips dari PLN Sulselrabar Agar Listrik Tetap Aman
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Pantau Malam Takbiran, Kapolri Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Wapres Gibran Sempatkan Swafoto dan Sapa Warga Seusai Salat Id di Istiqlal
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
CELIOS-AJI Cs Gugat Presiden Prabowo ke PTUN Jakarta soal Perjanjian Dagang RI-AS
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.