BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (21/3) besok. Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Narele yang terpantau di pesisir utara Australia.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
Meski dalam 48-72 jam ke depan diperkirakan melemah, dampaknya tetap terasa pada dinamika atmosfer di Indonesia.
Baca juga : Waspada! BMKG Peringatkan Hujan Lebat akibat Eks-Siklon Tropis Nuri di Berbagai Wilayah
Fenomena ini turut memicu terbentuknya aliran angin kencang (low level jet) di wilayah Laut Arafuru, Papua Selatan, hingga perairan utara Australia, serta memunculkan daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah perairan Indonesia.
Potensi Hujan Lebat di Sejumlah WilayahKombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah wilayah:
Baca juga : Prakiraan Cuaca Minggu 8 Maret 2026: BMKG Waspadai Hujan Lebat di Banten hingga Papua
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Papua Selatan
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Prakiraan Cuaca di Kota-Kota BesarBerikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia:
Wilayah Barat Indonesia- Hujan petir: Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Banjarmasin
- Hujan ringan: Pekanbaru, Padang, Bengkulu, sebagian Pulau Jawa, sebagian Kalimantan
- Berawan hingga berawan tebal: Banda Aceh, Tanjung Pinang, Jambi, Jakarta, Bandung
- Udara kabur: Medan, Palembang, Pontianak
- Hujan lebat: Mamuju
- Hujan sedang: Merauke
- Hujan ringan: Palu, Kendari, Makassar, Mataram, Ambon, sebagian Papua
- Berawan tebal: Denpasar, Kupang, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi. Kewaspadaan diperlukan terutama di wilayah dengan potensi hujan lebat guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Sumber: Youtube BMKG.





