Subuh Berdarah! Eks Pengawal Presiden Tewas Ditembak Pasukan Elite TNI di Hari Idul Fitri

rctiplus.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Berakhir sudah sepak terjang Abdul Kahar Muzakkar. Mantan pengawal Presiden Soekarno yang jadi pemimpin pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan itu tewas ditembak anggota Pasukan Siliwangi TNI dalam penyergapan pagi buta pada Hari Raya Idul Fitri 1386 Hijriah atau persisnya 3 Februari 1965.

Kematian Kahar Muzakkar mengakhiri perburuan panjang terhadap pentolan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) tersebut. Pasukan TNI telah lama mengincar Ladomeng (nama lahir Kahar Muzakkar) sejak dia melancarkan aksi pemberontakan secara terbuka.

Kahar selalu berpindah-pindah tempat di rimba belantara Sulawesi. Jejaknya mulai terendus ketika perwira kepercayaannya, Letkol Kadir Junus, menyerah kepada Tim Operasi Kilat TNI pada Januari 1965.

“Ia membuka rahasia dengan menunjukkan perkiraan daerah persembunyian Kahar Muzakkar di suatu tempat di Sungai Lasolo, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata Sintong Panjaitan dalam buku “Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando,” karya Hendro Subroto, dikutip Sabtu (21/3/2026).

Sintong menjelaskan, pada September 1952, kota kecil Barakka yang menjadi markas besar Kahar direbut oleh pasukan pemerintah pusat dan dibakar habis. Kahar dan anak buahnya lantas mundur masuk hutan lebih dalam di pegunungan Latimojong, kemudian menuju Siwa.

Mereka lantas terdeteksi sampai Batu Putih, suatu pegunungan berhutan lebat yang sangat sukar ditembus dari luar. Kawasan ini agaknya dipilih karena cocok untuk perang gerilya.

Pada 7 Agustus 1953, Kahar Muzakkar memproklamirkan wilayah Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII). Tindakan ini memicu penumpasan oleh pemerintah melalui berbagai cara, termasuk negosiasi dan operasi militer. Perlawanan Kahar setidaknya berjalan 12 tahun.

“Pemberontakan itu berlangsung dari tahun 1953 hingga 1965, menciptakan ketidakstabilan politik signifikan di Indonesia dan menunjukkan kompleksitas hubungan antara gerakan separatis dan negara,” tulis Harianto dalam penelitian bertajuk “Perlawanan DI/TII Terhadap Negara (Studi Terhadap Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan.”

Serbuan Pasukan TNI

Kahar sesungguhnya seorang nasionalis. Pria kelahiran Kampung Lanipa, Luwu, Sulsel pada 24 Maret 1921 itu merupakan pejuang kemerdekaan yang melakukan perang gerilya terhadap Belanda. Pada 1945 dia berangkat ke Jawa untuk berperang.

Pada 1947 dia mendapat tugas membentuk KGSS berisikan pemuda-pemuda Jawa yang diselundupkan ke Sulsel. Dalam Angkatan Perang Republik Indonesia, tulis buku Sintong, Kahar berpangkat letnan kolonel.

Uniknya, Panglima ABRI Jenderal TNI M Jusuf (periode 29 Maret 1978 – 19 Maret 1983) pernah menjadi ajudan Kahar. Kelak, Jusuf pula yang memimpin komando operasi penumpasan mantan komandannya tersebut.

Menurut Jusuf, kepastian lokasi Kahar didapat pada 22 Januari 1965. Awalnya, tim Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD (kini Kopassus) menyergap sekelompok orang di sekitar Lawate.

“Di antara dokumen-dokumen yang disita terdapat surat-surat yang masih baru, yang ditulis oleh Kahar Muzakkar ditujukan kepada Mansjur,” tutur Atmaji Sumarkidjo dalam buku Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit. 

Perintah operasi penyergapan Kahar diolah bersama antara Asisten Operasi dan Asisten Intelijen di bawah kepemimpinan Kolonel Inf Solichin GP sebagai Kepala Staf Operasi Kilat. Dalam rapat itu diputuskan pasukan elite Yonif 330/Para Kujang I pimpinan Yogie S Memet menuju sasaran.

Menurut Sintong Panjaitan, empat peleton Kujang I digerakkan menyisir dari Sektor B menuju Sektor A. Peleton 1 Kompi D di bawah pimpinan Peltu Umar Sumarsana di Sektor B juga diberangkatkan menuju sasaran.

Hari itu 2 Februari 1965. Pasukan Kujang I melihat seseorang membawa senjata naik rakit di Sungai Lasolo yang sedang banjir. Peltu Umar Sumarsana, pemimpin Peleton I/Kompi D memerintahkan anak buahnya untuk tidak bergerak.

Rakit ternyata menuju ke perkemahan yang terdiri atas sejumlah bivak berjajar di tepi sungai. Di sana tim Umar melihat lebih banyak lagi orang mandi. Sayup-sayup terdengar lagi dari suara radio transistor. Lagu yang terdengar yakni "Terkenang Masa Lalu" yang disiarkan stasiun radio Malaysia.

Menurut penunjuk jalan, itu lagu kesayangan Kahar. Indikasi Kahar di bivak itu juga menguat karena hanya dia lah yang saat itu memiliki radio transistor. Di masa itu, tak seorang pun anggotanya boleh memiliki radio. 

Pada dini hari 3 Februari, Umar memerintahkan pasukannya mengepung perkemahan. Empat prajurit ditinggal di seberang sungai untuk mencegah lawan yang sekiranya nanti melarikan diri. Pasukan Para Kujang ini mengepung seraya menunggu terang.

“Tepat pukul 04.00 subuh, satu peleton pasukan Kujang I mulai bergerak melakukan penyusupan senyap hingga jarak sangat dekat tanpa diketahui lawan,” kata Iwan Santosa dan EA Negara dalam buku Kopassus untuk Indonesia: Profesionalisme Prajurit Kopassus.

Atmaji mengisahkan pagi buta itu pecah dengan baku tembak. Dalam suasana subuh yang masih remang tampak seseorang keluar dan berlari membawa sesuatu. Prajurit Kujang mengira barang di tangan orang tersebut granat. 

Tak mau mengambil risiko, anggota pasukan Peltu Umar, Kopral III Ili Sadeli menembakkan rentetan senapan Thompson. Tiga peluru bersarang di tubuh pria itu yang membuatnya roboh bersimbah darah. 

Sosok tersebut tak lain Kahar Muzakkar, pemimpin tertinggi Republik Persatuan Islam Indonesia yang selama ini dicari. Jenazah Kahar lantas diterbangkan dengan heli Mil Mi 4.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Menko AHY Kala Momen Idulfitri 1447 Hijriah
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Mengais rezeki di Stasiun Cirebon, mesti tak rayakan Lebaran di rumah
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Malam Takbiran di Medan, Bagikan Ribuan Paket Sembako untuk Warga
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Dukung Pemerintah Soal Lebaran Sederhana, Golkar Singgung Dampak Geopolitik hingga Ajak Warga Berhemat
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengunjung Istiqlal Naik 2 Kali Lipat, Menag Pastikan Keamanan & Kebersihan Terjaga
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.