Harga bahan bakar minyak (BBM) di Vietnam melonjak tajam dalam semalam. Kenaikan bensin di sana mencapai 20 persen.
Dikutip dari AFP pada Jumat (20/3), harga bensin RON 05 naik 20 persen menjadi 30.690 dong atau sekitar USD 1,20 per liter (setara Rp 19.795) pada Kamis (19/3) malam. Sementara harga diesel melonjak hampir 34 persen menjadi 33.420 dong per liter.
Sejak perang AS-Israel vs Iran dimulai pada akhir Februari lalu, harga bensin RON 95 di Vietnam sudah naik lebih dari 50 persen dan diesel bahkan naik lebih dari 70 persen. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran kekurangan minyak dan gas akibat konflik di Timur Tengah.
Kementerian Perdagangan Vietnam sudah menyatakan lonjakan harga dipicu oleh konflik di Timur Tengah, kontrol Iran atas Selat Hormuz serta perang Rusia-Ukraina yang mempengaruhi harga energi global.
Saat ini, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh juga sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa negara seperti Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang untuk meminta dukungan pasokan minyak.
Otoritas penerbangan Vietnam juga sudah memperingatkan soal adanya kemungkinan pengurangan penerbangan domestik karena potensi kekurangan bahan bakar. Meski demikian, pemerintah Vietnam menyatakan pasokan minyak dan gas untuk kebutuhan dalam negeri masih aman hingga akhir April.
Di Laos, pemerintah sudah memerintahkan seluruh sekolah mengurangi hari belajar menjadi tiga hari per minggu mulai pekan depan. Sementara di Myanmar, harga BBM sudah naik sekitar 30 persen dari Kamis (19/3) ke Jumat (20/3).
Thailand juga mengalami kenaikan harga BBM pekan ini setelah pemerintah menaikkan harga diesel pada Rabu (18/3).




