JAKARTA, KOMPAS.TV - Lebaran selalu punya cara tersendiri untuk menghangatkan hati. Salah satu tradisi yang tak pernah hilang, khususnya dalam budaya Jawa, adalah sungkeman. Momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang paling jujur untuk meminta maaf dan menunjukkan rasa hormat kepada orang tua.
Di tengah suasana Idulfitri 1447 H, pilihan kata saat sungkeman menjadi sangat penting. Bahasa Jawa krama alus sering digunakan karena mampu menghadirkan nuansa santun, lembut, dan penuh penghargaan. Tak heran, banyak orang menyiapkan kalimat khusus agar momen ini terasa lebih bermakna.
Sungkeman bukan hanya tentang mengucapkan maaf. Tradisi ini mencerminkan nilai kerendahan hati, penghormatan, serta ikatan emosional dalam keluarga. Bahkan, dalam praktiknya, sikap tubuh dan intonasi suara menjadi bagian penting yang memperkuat makna dari setiap kata yang diucapkan.
Baca Juga: Terbaru! Gema Takbir di Masjid Istiqlal Persiapkan Salat Idulfitri 21 Maret 2026 | SAPA MALAM
Karena itu, ucapan sederhana yang disampaikan dengan tulus sering kali justru terasa paling dalam dan membekas.
Ucapan Sungkeman untuk Orangtua (Bahasa Jawa Halus + Arti)
- Kula nyuwun pangapunten sedaya kalepatan kula, sengaja utawi mboten sengaja. Mugi Bapak Ibu tansah pinaringan sehat lan berkah.
- Arti: Saya memohon maaf atas semua kesalahan saya, sengaja maupun tidak. Semoga Bapak dan Ibu selalu diberi kesehatan dan berkah.
- Nyuwun pangapunten lahir batin, mugi kula saged dados anak ingkang langkung sae.
- Arti: Mohon maaf lahir batin, semoga saya bisa menjadi anak yang lebih baik.
- Kula nyuwun ngapura awit taksih kathah lepat dhateng Bapak Ibu.
- Arti: Saya mohon maaf karena masih banyak salah kepada Bapak dan Ibu.
- Mugi dinten riyaya menika ndadosaken kita sedaya langkung rukun lan kebak katresnan.
- Arti: Semoga hari raya ini membuat kita semakin rukun dan penuh kasih.
- Kula matur nuwun sanget awit sampun dipun asuh kanthi katresnan lan kasabaran.
- Arti: Terima kasih atas kasih sayang dan kesabaran dalam membesarkan saya.
- Nyuwun pangestu supados kula tansah pinaringan lancar ing gesang.
- Arti: Mohon doa restu agar hidup saya selalu diberi kelancaran.
- Mugi Gusti paring kabagyan dhumateng Bapak Ibu.
- Arti: Semoga Tuhan memberikan kebahagiaan kepada Bapak dan Ibu.
- Sedaya lepat kula nyuwun dipun ngapunten kanthi ikhlas.
- Arti: Semua kesalahan saya mohon dimaafkan dengan ikhlas.
- Kula nyuwun pangapunten lan nyuwun donga pangestu.
- Arti: Saya memohon maaf dan doa restu.
- Matur sembah nuwun awit tresna lan pangorbanan Bapak Ibu.
- Arti: Terima kasih atas cinta dan pengorbanan Bapak dan Ibu.
Baca Juga: Kabar Duka, Bos Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia di Singapura | KOMPAS PETANG
Sungkeman, Tradisi yang Menjaga Hati Tetap Hangat
Di balik rangkaian kata tersebut, esensi sungkeman tetap sama: ketulusan. Lebaran bukan hanya tentang berkumpul, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dan membuka lembaran baru.
Tak perlu kalimat panjang atau rumit. Selama diucapkan dari hati, sungkeman akan selalu menjadi momen paling menyentuh dalam setiap perayaan Idulfitri.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- sungkeman
- mudik lebaran 2026
- sungkeman jawa
- tradisi jawa
- tradisi
- idulfitri





