Harga Emas Anjlok Saat Lebaran 2026, Segini Cuan Jual

bisnis.com
20 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas di pasar spot melanjutkan tren penurunan hingga memasuki akhir pekan ini atau bertepatan dengan momen perayaan Lebaran 2026.

Dilansir dari Bloomberg Sabtu (21/3/2026), harga emas di pasar spot mengalami koreksi 3,1% ke US$4.508,96 pada Jumat (20/3/2026) waktu setempat. Penurunan ini menambah panjang catatan koreksi menjadi delapan sesi secara beruntun.

Dari dalam negeri, data Logam Mulia menunjukkan harga buyback emas Antam yang menjadi acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram turun Rp55.000 ke Rp2.610.000 pada Jumat (20/3/2026).

Di tengah koreksi, para pembeli emas Antam awal 2026 masih menikmati potensi cuan jual. Pasalnya, harga emas Antam ukuran 1 gram masih dibanderol Rp2.504.000 awal tahun ini.

Kemudian, pembeli emas Antam awal 2025 juga masih menikmati potensi cuan jual seiring dengan harga emas Antam ukuran 1 gram yang masih dibanderol Rp1.524 awal tahun lalu.

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Baca Juga

  • Analis Proyeksikan Harga Emas Bakal Alami Koreksi Terparah dalam Enam Tahun
  • Alarm Pergerakan Harga Emas Jelang Lebaran 2026
  • Harga Buyback Emas Antam Turun Rp55.000 Hari Ini Jumat (20/3)

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Adapun, harga buyback emas Antam bergerak mengikuti harga emas di pasar spot.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, lonjakan harga minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar akibat konflik tersebut memicu kekhawatiran inflasi sehingga mengurangi peluang bank sentral memangkas biaya pinjaman. Kondisi itu cenderung menekan emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Emas yang selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai juga mencatat penurunan setiap pekan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran bulan lalu. 

Penurunan ini terjadi seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) dan penguatan dolar AS, serta aksi jual emas oleh investor untuk menutup kerugian di aset lain. Selain itu, exchange-traded funds (ETF) berbasis emas juga mencatat arus keluar.

“Jangan membeli saat harga turun — volatilitasnya masih terlalu tinggi,” kata Robert Gottlieb, mantan trader logam mulia di JPMorgan Chase & Co. yang kini menjadi komentator pasar independen.

Dia menambahkan bahwa selama volatilitas belum mereda dan harga belum menunjukkan konsolidasi, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.

Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, pada pertengahan pekan ini memutuskan mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan hanya akan dipertimbangkan kembali jika terdapat kemajuan dalam menurunkan inflasi.

Pergerakan emas sejak pecahnya perang Iran mencerminkan pola serupa pada 2022 ketika invasi Rusia ke Ukraina memicu guncangan energi di pasar global. Pada tahun tersebut, emas mencatat penurunan selama tujuh bulan berturut-turut hingga Oktober, yang menjadi rekor penurunan terpanjang.

Meski mengalami koreksi baru-baru ini, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 8% sepanjang tahun berjalan. 

Sebelumnya, harga logam mulia itu sempat menyentuh rekor mendekati US$5.600 per ons pada akhir Januari. Reli itu didorong oleh antusiasme investor, pembelian oleh bank sentral, serta kekhawatiran terhadap ancaman terhadap independensi Federal Reserve dari Presiden AS Donald Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perbedaan Idul Fitri dan Mahkamah Sains
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Berita Populer: Wuling Siap Produksi Eksion; Istirahat Kala Mudik
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Mensesneg: 5 Ribu Orang Diperkirakan Hadiri Open House di Istana
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Presiden Prabowo Gelar Griya Idulfitri di Istana, Ribuan Warga Hadir
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Lengangnya Kawasan Sudirman-Thamrin di Hari Lebaran
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.