Penulis: Riwandi
TVRINEWS, BANJARBARU
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggenjot penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Hingga pertengahan Maret 2026, realisasi penerimaan dari dua sektor utama, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel, Indra Surya Saputra, menyampaikan bahwa realisasi PKB per 17 Maret 2026 telah mencapai hampir seperlima dari target tahunan yang ditetapkan.
“Realisasi khususnya di Pajak Kendaraan Bermotor sudah di angka 18,87 persen atau setara dengan Rp115 miliar lebih, dari total target PKB kita sebesar Rp620 miliar,” ujar Indra kepada awak media di Banjarbaru.
Selain itu, sektor BBNKB juga mencatatkan perkembangan yang cukup signifikan dalam periode yang sama. Capaian penerimaan dari sektor ini dinilai menjadi penopang penting bagi pendapatan daerah di awal tahun.
“Selain PKB, sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga mencatatkan performa yang cukup signifikan dalam periode yang sama. Indra merincikan bahwa capaian BBNKB telah terealisasi sebesar 24,03 persen atau setara dengan nilai Rp84 miliar lebih,” kata dia
Capaian tersebut menjadi bekal penting bagi pemerintah daerah dalam mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur dan pelayanan publik di Kalimantan Selatan sepanjang 2026.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Bapenda Kalsel juga menyiapkan langkah antisipatif, terutama menghadapi lonjakan wajib pajak setelah libur Idulfitri.
Salah satunya dengan memastikan seluruh layanan pembayaran pajak kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal dalam waktu dekat.
“Untuk memaksimalkan pendapatan dan melayani wajib pajak yang mungkin tertunda pembayarannya selama libur lebaran, layanan akan kembali dibuka penuh mulai 25 Maret mendatang,” tambah Indra
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan yang telah disediakan guna menghindari antrean panjang.
Selain pelayanan di kantor Samsat induk, tersedia pula sejumlah alternatif layanan seperti gerai Samsat di berbagai titik strategis, mobil Samsat keliling, hingga layanan daring yang memungkinkan pembayaran dilakukan tanpa harus datang langsung.
Dengan dibukanya kembali layanan lebih awal pasca libur Lebaran, pemerintah daerah optimistis target pendapatan dari sektor pajak kendaraan pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan.
Editor: Redaksi TVRINews





