Kota Bandung Darurat Sampah saat Lebaran 

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menetapkan status darurat sampah saat hari raya Lebaran, Sabtu (21/3/2026). Penyebabnya, Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat ditutup selama tiga hari.

Pengiriman sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, terhenti mulai Jumat (20/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026). Sarimukti adalah satu-satunya TPA untuk sampah dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Khusus Kota Bandung, produksi sampahnya sekitar 1.500 ton per hari. Padahal, kuota pengiriman sampah Kota Bandung ke TPA Sarimukti hanya 980 ton per hari.

Dipaksa menerima sampah dari berbagai daerah, daya tampung TPA Sarimukti kini mencapai 90 persen. Saat musim hujan, tempat itu rawan longsor. Sedangkan ketika kemarau, kawasan itu rentan kebakaran.

Salah satu titik penumpukan sampah kerap muncul di sekitar Pasar Cicadas. Sejak Jumat malam, sampah plastik dan organik bercampur dan menumpuk di pinggir jalan. Selain memicu bau, hal itu rawan menimbulkan kemacetan.

Terkait penutupan TPA Sarimukti, Farhan mengatakan, telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk berkoordinasi mencegah penumpukan sampah. Hal itu sangat rawan mengganggu aktivitas warga.

“Saat ini adalah kondisi darurat. Diperlukan kepemimpinan aktif, respons cepat, dan langkah nyata di lapangan,” tegas Farhan.

Baca JugaSampah di Banjir Bandung dan Sinyal Kelelahan TPA Sarimukti

Ia meminta seluruh pimpinan wilayah segera mengendalikan timbulan sampah sejak dari sumber. Upaya ini meliputi optimalisasi pemilahan dan pengolahan sampah, serta memastikan tempat pembuangan sementara (TPS) tidak meluber hingga ke badan jalan maupun fasilitas umum.

"Kendalikan sampah dari sumbernya, optimalkan pemilahan dan pengolahan, serta cegah TPS meluber ke jalan dan fasilitas umum," ujarnya

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menyiapkan lokasi penampungan sementara atau TPS darurat. TPS darurat ini akan digunakan hingga kuota pembuangan ke Sarimukti kembali dibuka.

Lahan kosong di masing-masing kecamatan dan kelurahan diminta diidentifikasi dan dimanfaatkan secara terbatas, tertib serta tidak menimbulkan gangguan lingkungan.

Selain itu, satuan tugas kebersihan di tingkat kecamatan dan kelurahan harus diaktifkan bersama warga. Aksi kerja bakti dan gerakan bersih wilayah pun diminta digencarkan secara masif.

"Kita harus bergotong royong, libatkan semua elemen masyarakat dari satgas kebersihan hingga warga, karena penanganan darurat ini membutuhkan kerja bersama," jelasnya.

Camat Cicendo Siti Romlah memastikan, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan secara matang untuk mengatasi penumpukan sampah. Upaya tersebut dengan mengintensifkan patroli lingkungan dengan sistem piket yang melibatkan kecamatan, kelurahan, serta Linmas.

“Pada saat lebaran ini kita lakukan patroli, kerja sama ada jadwal dengan petugas kebersihan di kelurahan, kecamatan. Semua punya titik tanggung jawab, diberikan piket antara RW yang menjadi binaan dan harus dipantau terus,” katanya.

Baca JugaSampah Selamatkan Warga di Tepian Sungai Citarum


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusias Warga Datang Open House di Istana, Sudah Mengular Sejak Pagi Hari
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Ada Cozy Lounge hingga Ultra Fast Charging, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lens Hancurkan Angers 5-1 dan Rebut Puncak Klasemen Liga Prancis
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Krisis Energi Akibat Perang Dinilai Percepat Transisi ke Energi Terbarukan
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Warga Agam Salat Id di Tengah Jejak Banjir Bandang dan Longsor
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.