Harga Emas Anjlok, Catat Pekan Terburuk sejak 2011

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia ditutup melemah 9,5 persen sepanjang pekan ke level USD4.570,40 per troy ons.

Harga Emas Anjlok, Catat Pekan Terburuk sejak 2011. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia ditutup melemah 9,5 persen sepanjang pekan ke level USD4.570,40 per troy ons.

Penurunan sebesar USD482,10 ini menjadi koreksi mingguan terbesar secara nominal dalam sejarah, sekaligus yang terdalam secara persentase sejak September 2011.

Baca Juga:
Nasdaq Merosot 2 Persen dan S&P Turun dalam Empat Minggu Imbas Konflik Timur Tengah

Meski mencatat kinerja negatif, sejumlah analis menilai prospek jangka panjang emas tetap positif di tengah gejolak pasar lain.

“Kami melihat tanda-tanda perlambatan tenaga kerja yang signifikan, biaya energi tinggi, kebijakan bank sentral AS yang tidak lagi akomodatif, serta ketidakpastian berkepanjangan terkait operasi perang di Timur Tengah,” kata analis RJO Futures John Caruso, seperti dikutip The Wall Street Journal.

Baca Juga:
Tesla Pertimbangkan Beli Peralatan Surya Rp48,72 Triliun dari Pemasok China

Pada Jumat, harga emas turun seiring penguatan dolar AS, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan tambahan pasukan ke Timur Tengah.

Langkah ini memicu kekhawatiran kenaikan harga energi, inflasi, dan pada akhirnya suku bunga yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Klaim Hemat Rp308 Triliun dari Efisiensi, Prabowo: Jika Tidak Dipotong, Bisa Dikorupsi 

Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melanjutkan penguatan setelah laporan Reuters, mengutip tiga pejabat AS, menyebut militer AS mengirim ribuan marinir dan pelaut tambahan ke kawasan tersebut.

Dolar yang lebih kuat membuat emas, yang dihargakan dalam mata uang tersebut, menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lain.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran telah menewaskan ribuan orang, meluas ke kawasan Timur Tengah, dan menekan perekonomian global sejak serangan gabungan dilancarkan pada 28 Februari.

Blokade berkepanjangan Iran di Selat Hormuz berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan mendorong inflasi.

“Emas dan perak terseret turun seiring pasar menghadapi kekhawatiran menjelang akhir pekan. Logam mulia juga goyah setelah tekanan besar pekan ini akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga. Dalam waktu dekat mungkin akan konsolidasi, tetapi pergerakannya tetap bergejolak,” ujar trader logam independen Tai Wong.

Emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, namun kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Sejumlah broker global melihat peluang lebih besar bagi Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) untuk menaikkan suku bunga, bahkan diperkirakan sudah pada April.

Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga pada Rabu dan memproyeksikan inflasi lebih tinggi.

Ketua The Fed Jerome Powell menyebut arah kebijakan ke depan diliputi ketidakpastian yang tidak biasa akibat perang.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 4,8 persen menjadi USD69,39. Platinum melemah 0,9 persen ke USD1.953,18, sementara palladium turun 1,6 persen menjadi USD1.423,59. Ketiga logam tersebut juga menuju penurunan mingguan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenazah Michael Bambang Hartono Tiba di Jakarta, Disemayamkan di Grand Heaven
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Ibu Eka Menguatkan Sesama Hingga Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Minyak Dunia Melonjak Jadi USD 112/Barel, Tertinggi dalam 4 Tahun Terakhir
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Tahanan KPK Gelar Sholat Idul Fitri di Gedung Merah Putih, Gus Yaqut Tak Terlihat
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Gibran Disebut Tak Gelar Open House Idul Fitri, Pilih Kumpul dengan Keluarga
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.