JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut tidak akan menggelar gelar griya (open house) pada Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni usai shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3/2026).
"Saya sudah cek, oh tidak ada open house. Mas Gibran tidak ada open house, tapi bahwa ada acara keluarga dan berkumpul sepertinya di tempat Mas Gibran sepertinya ya," ujarnya.
"Saya tidak tahu persis tapi ada rencana mereka berkumpul hanya dengan keluarga, tidak dengan mengundang atau membuat open house," jelas Raja Juli.
Baca juga: Wapres Gibran Shalat Id di Masjid Istiqlal, Ditemani Jan Ethes
Sebagai informasi, saat ini Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang merupakan ayah Wapres Gibran saat ini sedang berada di Jakarta.
Begitu pula dengan ibu Wapres Gibran, Iriana Jokowi Widodo.
Sementara itu, Raja Juli yang juga merupakan Menteri Kehutanan itu pun menyatakan tidak akan menggelar open house.
Ia mengaku mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pejabat tidak melakukan kegiatan yang berlebihan.
Sebagai gantinya, Raja Juli memberikan kesempatan libur kepada para stafnya.
Baca juga: Wapres Gibran Ajak Keluarga Nonton Pelangi di Mars
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto akan membuka Istana Kepresidenan, Jakarta bagi masyarakat umum dalam rangka halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Masyarakat dipersilakan datang untuk mengikuti kegiatan halalbihalal dan silaturahmi bersama Presiden Prabowo di Istana, Jakarta, pada Sabtu siang.
Halalbihalal Istana JakartaSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo akan langsung kembali ke Jakarta usai menjalankan shalat Idul Fitri di Provinsi Aceh.
"Setelah itu (dari Aceh), Bapak Presiden akan ke Jakarta. Kemudian kemungkinan kalau di istana, siang kami menyiapkan halalbihalal, silaturahmi, untuk seluruh warga masyarakat yang mau berkunjung,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Teddy menjelaskan, Istana Negara akan dibuka untuk umum pada siang hari, tepatnya setelah shalat dzuhur hingga sore hari.
Istana juga akan menerapkan skema kunjungan secara bergiliran untuk memastikan kenyamanan masyarakat Diperkirakan jumlah pengunjung yang hadir dapat mencapai sekitar 5.000 orang, dengan pengaturan area di dalam maupun di luar Istana untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




