PRAKTIK merendam kaki di dalam baskom berisi air hangat ternyata bukan sekadar relaksasi biasa. Metode sederhana ini disebut dapat membantu meredakan migrain, sebagaimana disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University (FKGiz), dr. Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM.
Meski demikian, Christy memberikan catatan bahwa penelitian mengenai metode ini masih terus berkembang.
Mekanisme Medis di Balik Air HangatSecara fisiologis, hidroterapi atau terapi air bekerja dengan memberikan rangsangan sensorik ke tubuh. Rangsangan ini mampu mendominasi rasa nyeri dengan mengaktifkan serabut saraf tertentu, yang kemudian membantu menghambat impuls nyeri ke otak.
Baca juga : Benarkah Rendam Kaki di Air Hangat Bisa Redakan Migrain? Ini Kata Dokter
Selain itu, paparan suhu hangat diketahui memiliki efek hemodinamik yang kuat, yakni mampu menurunkan kekuatan sistem saraf simpatik dan meningkatkan tonus vagal (sistem saraf yang membantu tubuh merasa tenang).
"Penelitian mengenai kompres air hangat atau merendam kaki dalam air hangat pada pasien migrain sudah dilakukan, tetapi dengan jumlah subjek masih terbatas. Pengaruhnya terhadap aliran darah ke kepala juga masih spekulatif," jelas Christy.
Tips Praktik di RumahHingga saat ini, efektivitas terapi air hangat baru teruji secara ilmiah pada kasus migrain, sementara untuk jenis sakit kepala lainnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Baca juga : Apa Benar Merendam Kaki Bisa Mengurangi Sakit Kepala?
Bagi Anda yang ingin mencoba di rumah, Christy membagikan langkah-langkahnya:
- Suhu Air: Gunakan air hangat dengan suhu sekitar 40°C.
- Tambahan Aromaterapi: Dapat ditambahkan minyak lavender untuk efek relaksasi ekstra.
- Durasi: Rendam kaki selama kurang lebih 20 menit.
- Frekuensi: Lakukan secara rutin 5 hari dalam seminggu.
- Perawatan: Segera keringkan kaki dengan kain kering setelah selesai berendam.
Walaupun metode ini bermanfaat sebagai terapi pendamping yang mudah dilakukan, Christy menekankan pentingnya penanganan medis profesional.
Terutama bagi penderita migrain yang bersifat berat atau sering berulang, konsultasi dengan dokter tetap menjadi prioritas utama. (Z-1)




