TAPANULI TENGAH, KOMPAS.TV – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menargetkan proses pemulihan akses jalan di desa-desa terdampak bencana di daerah itu dapat dipercepat.
Masinton menyampaikan hal itu di Halaman Masjid Agung Al Muslimin, Pandan, Jumat (20/3/2026).
Ia mengatakan, ada sejumlah akses jalan yang kembali terputus, seperti di daerah Muara Sibuntuon dan Desa Puraba.
“Proses pemulihan di desa-desa yang terkena bencana itu, kita membuka akses. Meskipun kemarin sudah kita kerjakan, kemudian ada yang terputus kembali seperti di daerah Muara Sibuntuon lalu Desa Puraba itu terus kita kebut,” kata Masinton Pasaribu, seperti dikutip Antara.
Baca Juga: TNI Rampungkan Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Tapanuli Tengah
Dengan percepatan tersebut, ia menargetkan tidak ada lagi desa-desa yang terisolir dan bisa bangkit dari bencana alam yang terjadi di tahun lalu itu.
“Target kita untuk tidak ada lagi desa-desa terisolir dan kemudian masalah pengungsi ini praktis kita mau zero pengungsi yang ada di tenda-tenda darurat. Maka dari itu, kita tarik semua ke hunian-hunian sementara,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya masih menyediakan tenda-tenda darurat yang ada di lokasi bencana sebagai upaya antisipasi jika kejadian bencana alam kembali terjadi.
Selain itu, pihaknya juga masih menyediakan lokasi evakuasi yang cukup strategis, milik pemerintah daerah yang nanti bisa digunakan oleh masyarakat terdampak seperti gedung sekolah, kantor, gelanggang olahraga, dan lain sebagainya.
Daerah yang terdampak di kawasan Tapanuli engah di antaranya adalah Desa Sibio-Bio (kec. Sibobangun, serta Desa Sigiring-Giring, Sait Kalangan II, Saur Manggita, dan Aek Bontar (Kec. Tukka).
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- bupati tapanuli tengah
- tapanuli tengah
- masinton pasaribu
- dampak bencana
- penanganan dampak bencana





