Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah untuk membatasi dominasi produk impor, khususnya dari China, di marketplace Indonesia. Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran atas membanjirnya barang luar negeri yang dinilai menekan daya saing produk lokal di pasar domestik.
Purbaya menilai, persoalan banjirnya produk impor di platform digital sudah menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, keluhan masyarakat terutama dari warganet terus bermunculan terkait banyaknya produk impor yang mendominasi marketplace. Kondisi ini dinilai berpotensi melemahkan posisi pelaku usaha lokal di pasar domestik.
“Kalau ini terus terjadi, sama saja kita memberikan pasar kita langsung ke China. Ini yang sedang kita pikirkan solusinya,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Sabtu (21/3).
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin kondisi tersebut berlarut-larut. Berbagai kebijakan tengah dirumuskan agar marketplace di Indonesia tidak hanya dipenuhi produk impor, tetapi juga memberi ruang lebih besar bagi produk lokal untuk berkembang.
Purbaya menjelaskan, salah satu langkah yang sedang dikaji adalah mendorong perusahaan dalam negeri agar meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produknya di platform digital. Dengan begitu, produk lokal diharapkan bisa kembali menjadi pilihan utama di pasar dalam negeri.
“Kita sedang cari perusahaan lokal yang bisa kita dorong supaya produk dalam negeri bisa bersaing dan kembali berjaya di marketplace,” ungkapnya.
Purbaya memastikan pemerintah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti persoalan ini melalui kebijakan konkret. Tujuannya, menciptakan persaingan yang lebih sehat antara produk lokal dan impor, sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.





