Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pelaksanaan rangkaian Idul Fitri di Masjid Masjid Istiqlal tahun ini berlangsung jauh lebih ramai dibanding tahun sebelumnya, namun tetap berjalan aman tanpa insiden.
“Istiqlal ini adalah dua kali lipat lebih ramai daripada tahun sebelumnya, sehingga tidak ada accident selama 30 hari,” ujar dia usai salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Sabtu (21/3).
Imam besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, lonjakan jumlah jemaah terlihat signifikan hingga meluber ke berbagai area. Bahkan, jumlah jemaah diperkirakan mencapai lebih dari setengah juta orang saat puncak pelaksanaan.
“Kalau penuh begitu, di atas saja itu 250 ribu. Nah tadi itu sampai di bawah juga, ada yang kesulitan masuk gitu. Itu mungkin di atas 500 (ribu),” katanya.
Meski dipadati jemaah, Nasaruddin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. Ia menekankan tidak ada kecelakaan, maupun tindak kriminal selama pelaksanaan.
“Zero accident ini juga perlu saya sebutkan. Enggak ada kecelakaan, enggak ada pencurian, enggak ada pencopetan,” ucapnya.
Menurut Nasaruddin, kondisi tersebut didukung oleh sistem keamanan yang ketat, termasuk penggunaan ratusan kamera pengawas.
“Karena di sini ada 360 CCTV dan itu canggih. Begitu ada fenomena itu saling sahut-menyahut itu ya, CCTV itu menemukan,” jelasnya.
Selain itu, koordinasi lintas pihak juga dilakukan sejak jauh hari, termasuk simulasi pengamanan dan pengaturan parkir.
“Tiga hari sebelum Lebaran kita sudah melakukan simulasi-simulasi, termasuk pengaturan parkir,” kata Nasaruddin.
Ia juga menambahkan, pengelolaan kebersihan tetap terjaga meski volume sampah meningkat.
“Sampah saja itu berapa truk per hari, tapi langsung bersih pagi harinya,” pungkas Nasaruddin.





