Kilas Balik Ramadan: IHSG Tertekan, Asing Lepas Saham

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Ramadan 2026 berada dalam tekanan, dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global.

Kilas Balik Ramadan: IHSG Tertekan, Asing Lepas Saham. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Ramadan 2026 berada dalam tekanan, dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global.

Dalam sebulan terakhir, indeks tercatat terkoreksi cukup dalam di tengah meningkatnya kehati-hatian investor.

Baca Juga:
Nasdaq Merosot 2 Persen dan S&P Turun dalam Empat Minggu Imbas Konflik Timur Tengah

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 14,11 persen dalam sbeulan dan berada di level 7.106,84 per Selasa (17/3/2026). Pelemahan ini turut diiringi aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp1,46 triliun di pasar reguler pada periode yang sama.

Tekanan jual terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan seperti BBCA dan BBNI, serta saham konglomerasi seperti BUMI yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Grup Salim.

Baca Juga:
BREN Kantongi Laba Bersih Rp2,8 Triliun Sepanjang 2025, Ditopang Proyek Binary Salak

Dari sisi domestik, pelaku pasar masih menunggu kejelasan hasil evaluasi MSCI yang sebelumnya menyoroti isu investabilitas di pasar saham Indonesia. Kekhawatiran tersebut memicu arus keluar dana asing, sekaligus menahan minat beli investor global.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada struktur kepemilikan saham, termasuk porsi 1 persen yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca Juga:
Mau Akuisisi Jungleland, Rights Issue JGLE Disorot Bursa

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya otoritas pasar modal untuk meningkatkan transparansi, sekaligus menjawab kekhawatiran terkait free float dan likuiditas pasar.

Dari eksternal, tekanan semakin kuat seiring meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Eskalasi konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi global, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran inflasi dan menekan sentimen di pasar saham. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
8 Kios dan 1 Rumah di Marpoyan Damai Pekanbaru Ludes Terbakar di Malam Lebaran
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tambah Pasokan LPG 3,2 Juta Tabung untuk Ramadan dan Idulfitri 2026
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
UMI Berduka, Prof Dr H Umar Shihab Wafat dan Tinggalkan Jejak Pengabdian
• 17 jam laluterkini.id
thumb
Halal Bihalal Akbar Jakarta Bakal Digelar di Lapangan Banteng Usai Festival 1.000 Bedug
• 2 jam laludisway.id
thumb
Volume Kendaraan Tol Solo-Yogyakarta Melonjak 54%, Jadi Jalur Favorit Pemudik
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.