Airlangga Pantau Inflasi Usai Lebaran, Kuartal I Diprediksi Tumbuh di Atas 5%

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah masih menunggu perkembangan inflasi hingga periode Lebaran usai. Menurutnya, gambaran inflasi akan lebih terlihat setelah momen tersebut.

“Nanti kita lihat. Inflasi, kan, perhitungannya lebih cepat. Jadi kita lihat saja sampai akhir dari Lebaran,” ujar Airlangga di Kantor Dirjen Pajak, Sabtu (21/3).

Ia menjelaskan, rendahnya basis inflasi pada tahun lalu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pada periode awal 2025, terdapat kebijakan terkait tarif listrik yang menahan laju inflasi, bahkan menyebabkan deflasi pada komponen tersebut.

“Tetapi, base-nya tahun kemarin rendah. Dan tahun kemarin, kan, sampai bulan Februari itu ada listrik, ya. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin, kan, untuk dari segi listriknya deflasi,” jelasnya.

Dengan tidak adanya faktor serupa tahun ini, Airlangga menilai angka inflasi secara tahunan berpotensi lebih tinggi.

“Ya, karena nggak ada, kan, berarti angkanya akan lebih tinggi,” katanya.

Meski begitu, ia tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi nasional pada kuartal I-2026. Aktivitas masyarakat selama Ramadan dinilai cukup kuat untuk menopang pertumbuhan.

“Kelihatannya target 5,5 (persen) bisa dicapai. Dari geliat selama Ramadan kemarin,” ucap Airlangga.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang Ramadan. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 bisa berada di kisaran atas proyeksi pemerintah.

“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” kata Purbaya.

Menurutnya, capaian tersebut tergolong baik di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, salah satunya karena perang AS-Israel dengan Iran. Namun, ia menilai dampak gejolak global belum terasa signifikan di dalam negeri.

“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi, terutama dengan memperkuat permintaan domestik. Ia mengakui, risiko perlambatan bisa terjadi jika konflik global terus meningkat, namun langkah antisipatif sudah disiapkan.

“Walaupun global begitu, tapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik,” tuturnya.

Upaya tersebut mencakup dukungan terhadap sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan harga BBM subsidi, serta mendorong percepatan belanja pemerintah. Ia pun menilai, secara umum kondisi ekonomi nasional masih cukup terjaga, tercermin dari indikator ekonomi dan aktivitas masyarakat selama Ramadan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertambah Lagi Pejabat Iran Gugur Dibunuh Israel
• 9 jam laludetik.com
thumb
Tiket Kereta Diskon 30 Persen usai Lebaran 2026, 40 Ribu Kursi Masih Tersedia
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Open House di Balai Kota, Antrean Warga Mengular hingga Halaman Pendopo
• 20 menit lalukompas.com
thumb
Grand Prize Umrah Lentera Ramadhan Four Points Makassar Resmi Diundi, Ini Pemenangnya
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Hore! Naik TransJ, MRT, LRT Hari Ini Cuma Bayar Rp 1
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.