Pantau - Pemerintah China mengimbau penghentian konflik di Timur Tengah bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan di kawasan tersebut.
Seruan China Hentikan Operasi MiliterJuru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers menegaskan pentingnya menghentikan penggunaan kekerasan.
Ia mengatakan, "Sejarah dan kenyataan telah berulang kali menunjukkan kepada kita bahwa penggunaan kekerasan bukanlah solusi dan konflik bersenjata hanya akan menciptakan kebencian baru. Pihak-pihak yang berkonflik perlu menghentikan operasi militer sesegera mungkin dan mencegah situasi memburuk,".
Lin Jian juga menyoroti dampak luas konflik yang tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah.
Ia menyatakan, "Konflik di Timur Tengah terus meningkat dan meluas. Konflik ini tidak hanya memberikan pukulan terhadap perdamaian dan stabilitas regional, tetapi juga berdampak langsung pada ketersediaan energi, kondisi keuangan, stabilitas perdagangan, dan lalu lintas pelayaran di seluruh dunia,".
China menilai konflik tersebut merusak kepentingan bersama negara-negara dan berkomitmen untuk terus melakukan upaya mediasi.
Ia menambahkan, "China akan melanjutkan upaya mediasi untuk mengakhiri pertempuran dan untuk segera kembalinya perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah,".
Eskalasi Konflik dan Dampak GlobalKondisi di Timur Tengah memburuk sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari yang menyebabkan sekitar 1.300 orang tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas melalui serangan pesawat tak berawak dan rudal ke sejumlah wilayah seperti Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya tidak akan menahan diri jika infrastrukturnya diserang.
Militer Iran juga dilaporkan menyerang target di Yerusalem Barat, Haifa, serta pangkalan udara milik Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.
Eskalasi konflik turut mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia serta memengaruhi ekspor dan produksi energi di kawasan Teluk.
Di Lebanon, serangan udara Israel meningkat sejak awal Maret meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata sejak November 2024.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 1.001 orang tewas dan 2.584 orang terluka, termasuk 118 anak-anak dan 79 perempuan.
Di sisi lain, Israel melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dengan alasan keamanan.
Warga Palestina tetap menyerukan umat Islam untuk berkumpul di Kota Tua dan melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Al-Aqsa sebagai penanda berakhirnya Ramadhan.
Idul Fitri 1447 Hijriah sendiri dirayakan pada 20 Maret 2026 di sejumlah negara, sementara di Indonesia dirayakan pada 20 Maret 2026 oleh sebagian umat muslim dan 21 Maret 2026 oleh sebagian lainnya.




