Kata Ahli, Makan Berlebihan saat Lebaran Bisa Picu Gangguan Pencernaan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Hidangan Lebaran yang kaya santan, lemak, dan gula memang sulit dihindari. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan dapat memicu keluhan seperti kembung, begah, hingga nyeri ulu hati.

Menurut Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof Ari Fahrial Syam, keluhan tersebut menjadi tanda bahwa sistem pencernaan sudah mulai kewalahan.

“Jika muncul rasa tidak nyaman seperti begah, mual, atau nyeri di ulu hati, itu saatnya berhenti makan,” kata Prof Ari seperti dikutip dari laman Universitas Indonesia.

Prof Ari mengatakan, tubuh khususnya sistem pencernaan, membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah puasa. Setelah sebulan terbiasa dengan pola makan yang lebih teratur dan terbatas, mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara tiba-tiba justru berisiko memicu gangguan pencernaan.

“Perlu ada penyesuaian secara bertahap, baik dari sisi jumlah makanan, waktu makan, maupun pola istirahat. Jangan langsung berlebihan karena lambung memiliki keterbatasan dalam menerima asupan,” katanya.

Menurut dia, menjalankan puasa Syawal juga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu proses transisi tubuh kembali ke pola makan normal.

Untuk mencegah gangguan pencernaan, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan santan, serta menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam. Minuman bersoda dan kopi juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah mengurangi asupan tersebut selama Ramadan.

Selain itu, bagi masyarakat dengan riwayat penyakit seperti gangguan lambung, asam urat, hipertensi, hingga diabetes, penting untuk lebih waspada saat Lebaran. Sebab, pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu kambuhnya kondisi kesehatan.

Prof Ari menambahkan, selama Ramadan banyak orang berhasil menjaga pola makan dan bahkan menurunkan berat badan. Namun, tanpa pengendalian yang konsisten, kondisi tersebut bisa dengan cepat kembali seperti semula.

Biar tetap aman, kata Prof Ari, makanan tinggi kalori sebaiknya diimbangi dengan buah dan sayur. Kandungan seratnya bisa membantu tubuh mengontrol penyerapan gula dan lemak, jadi asupan tetap lebih seimbang.

Jika mengalami keluhan ringan seperti mual atau nyeri ulu hati, langkah awal yang bisa dilakukan adalah beristirahat, menghindari makanan pemicu, serta mengonsumsi obat penetral asam lambung yang tersedia di rumah. Karena itu, penting untuk menyiapkan obat-obatan dasar selama libur Lebaran, mengingat akses layanan kesehatan di beberapa tempat bisa terbatas.

“Lebaran adalah momen bahagia, namun kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan, boleh menikmati hidangan, tetapi tetap terkontrol,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Depan Media Bulgaria, Ivan Kolev Blak-blakan Bongkar Fakta Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Singgung Naturalisasi & Pelatih Asing
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Tren Mudik Lebaran 2026, Penumpang Beralih ke Kereta Cepat Whoosh karena Efisiensi Waktu dan Kenyamanan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Wapres Gibran Tak Menyelenggarakan Open House
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
The Big Boyz Jakarta Santuni Anak Yatim dan Berbagi Makanan di Bulan Ramadan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mall di Jaksel Sepi Jelang Lebaran, Pengunjung Nikmati Suasana Tenang
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.