JAKARTA, KOMPAS.TV - Klub sepak bola Liverpool FC menyatakan sikap tegas dan rasa muak atas pelecehan rasisme yang ditujukan kepada pemain bertahannya, Ibrahima Konate, melalui platform media sosial, Jumat (20/3/2026) atau tepat sehari usai laga kontra Galatasaray.
Dalam pernyataan resminya, pihak klub menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku keji yang tidak dapat ditoleransi.
Manajemen The Reds menegaskan bahwa tindakan diskriminatif ini merupakan bentuk dehumanisasi yang pengecut dan berakar pada kebencian.
Liverpool FC menyatakan bahwa rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola, masyarakat, maupun lingkungan mana pun, baik di dunia nyata maupun di ruang siber.
Pihak klub menekankan bahwa para pemain adalah manusia yang memiliki hak untuk dilindungi dari serangan verbal yang kerap bersembunyi di balik akun-akun anonim.
Pelecehan yang terus berulang ini dinilai sebagai noda bagi dunia olahraga dan kegagalan bagi platform yang membiarkannya bertahan.
"Pemain kami bukan sasaran. Mereka adalah manusia. Pelecehan yang terus ditujukan kepada para pemain, sering kali bersembunyi di balik akun-akun anonim, merupakan noda pada permainan ini dan pada platform yang membiarkan hal itu terus terjadi," bunyi pernyataan resmi klub.
Baca Juga: ASEAN Cup Digelar September-Oktober 2026, Timnas Indonesia Bisa Mainkan Pemain Terbaiknya
Liverpool FC juga menyerukan agar seluruh elemen sepak bola bersatu tanpa kompromi untuk menyatakan bahwa tindakan ini tidak akan ditoleransi.
Menurut pihak klub, sekadar kata-kata kecaman saja tidak lagi mencukupi untuk menghentikan tren negatif ini.
Penulis : Rizky Ade Saputro Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Liverpool Website
- Liverpool FC
- Kecam Rasis
- Anti Rasisme
- The Reds
- Liga Inggris





