Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama warga dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di halaman Balai Kota, Sabtu, 21 Maret 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD DKI Jakarta Khairudin, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta sejumlah tokoh masyarakat. Bertindak sebagai khatib, Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Ma'ruf Amin dengan khutbah bertema “Merajut Silaturahmi dan Simfoni Kemenangan untuk Jakarta yang Fitrah”. Sementara itu, imam salat adalah Heri Kuswanto, juara pertama MTQ Internasional 2029 di Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengatakan salat Idulfitri menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Saya mengajak masyarakat untuk menjaga Jakarta sebagai tanggung jawab bersama,”kata Pramono dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tema “Jaga Jakarta” menjadi semangat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Kami berharap, di tengah kondisi global yang penuh tantangan, Jakarta tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya,”jelasnya.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap antusias mengikuti malam takbiran di Bundaran Hotel Indonesia meskipun sempat diguyur hujan.
“Walaupun sempat diguyur hujan, antusiasme warga sangat tinggi dan kegiatan berjalan aman serta nyaman. Ke depan, kegiatan serupa akan menjadi tradisi dengan penyelenggaraan yang lebih baik,”lanjutnya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Ma’ruf Amin menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya dimaknai sebagai kemenangan secara lahiriah, tetapi juga kemenangan secara moral dan spiritual.
“Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah, yaitu kesucian hati, kejujuran, dan kedamaian dalam hubungan antarsesama,”ungkap Ma’ruf Amin.
Ia juga menjelaskan bahwa tradisi halal bihalal di Indonesia merupakan bentuk ijtihad sosial untuk memperkuat ukhuwah dan menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat.
“Silaturahmi melahirkan kepercayaan, kerja sama, dan melahirkan kemajuan,”ucapnya.
Ma’ruf Amin menambahkan, ibadah Ramadan tidak hanya meningkatkan hubungan dengan Tuhan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial seperti zakat, infak, dan sedekah serta menjaga persatuan dalam keberagaman.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirajut menjadi harmoni seperti sebuah simfoni. Itulah makna kemenangan yang sesungguhnya,” tandasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





