Bisnis,com, SEMARANG - Umat Islam diajak untuk konsisten melakukan berbagai kebaikan di luar masa Ramadan.
Hal itu diungkapkan oleh Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia menjadi khatib Salat Ied Idulfitri 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (21/3/2026).
Dalam ceramah, dia mengatakan Ramadan menjadi momentum pribadi umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan kewajiban puasa, umat merasakan rasa lapar seingga dilatih untuk memiliki kepekaan untuk peduli terhadap sesama yang kurang beruntung.
Dengan zakat, seseorang dilatih untuk mengurangi kecintaan pada hal-hal yang bersifat materil untuk kemudian rela berbagi dengan sesamanya.
“Lalu dengan ibadah lainnya selama Ramadan, tumbuh kesadaran bahwa seseorang hanyalah hamba Allah yang seyogianya terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta untuk menciptakan ketenangan jiwa yang berbuah kebahagiaan sejati,” ujar Zulfa Mustofa.
Namun, setelah Ramadan berakhir tidak banyak orang yang terus melakukan nilai-nilai kebaikan yang dilaksanakan ketika menjalani bulan puasa. Bahkan sebaliknya, tidak sedikit yang intensitas kebaikannya menurun setelah Ramadan berlalu. Hal ini menyebabkan tidak terasanya perubahan positif dalam pribadi seorang muslim meskipun ia telah berkali-kali melalui bulan suci itu.
Menurutnya, penyebab utama degradasi itu adalah ketiadaan istikomah atau konsistensi dalam melaksanakan kebaikan dan menjadikan keutumaan momentum tertentu seperti Ramadan, sebagai alasan utama dalam melakukan kebaikan.
Inkonsistensi itu tuturnya, bertolak belakang dengan teladan Nabi Muhammad yang senantiasa menekankan urgensitas istikomah dalam melaksanakan kebaikan tanpa terikat dengan momentum tertentu.
Dia mengatakan senantiasa mengingatkan pribadi-pribadi yang hanya memfokuskan pada kuantitas kebaikan yang dilakukan pada momen-momen tertentu tetapi tidak memperhatikan kesinambungannya.
Zulfa Mustofa mengungkapkan, sebagai seorang muslim yang telah melalui Ramadan, hendaknya menjadikan bulan itu sebagai madrasah rohaniah dalam melatih konsistensi untuk berbuat baik kepada pencipta dan sesama.
“Jika pada Ramadan kita puasa wajib yang salah satunya mengasah kepekaan sosial kita, maka di bulan lain kita melaksankaan puasa sunnah untuk terus merawat kepekaan sosial itu. Jika dalam Ramadan melaksanakan zakat wajib untuk memerkuat solidaritas sosial kepada yang kurang beruntung, maka di bulan lain, wajib mendawamkan sedekah sebagai upaya merawat solidaritas tersebut. Jangan sampai kebaikan-kebaikan tersebut terhenti ketika Ramadan berlalu meninggalkan kita,” ucapnya.
Selain Zulfa Mustofa yang bertindak sebagai khatib, dalam salat di masjid terbesar kelima di Indonesia itu, bertindak sebagai imam adalah Ulil Abshor AH, yang merupakan seorang qory atau pelantun Alquran bertaraf internasional.





