Iran bersedia membantu kapal-kapal Jepang berlayar melalui jalur vital untuk pasokan bahan bakar global, Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya tidak menutup selat tersebut.
Dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026), Jepang bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati Selat Hormuz. Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan AS-Israel, membuat negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berupaya mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan.
Dalam wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat (20/3), Araghchi membantah menutup jalur tersebut, dan malah menegaskan bahwa negara-negara yang menyerang Iran menghadapi pembatasan, sementara negara lain ditawari bantuan.
"Kami belum menutup selat tersebut. Selat itu terbuka," katanya.
Ia menambahkan bahwa Iran siap memastikan jalur aman bagi Jepang.
Jepang, ekonomi terbesar keempat di dunia ini adalah importir minyak terbesar kelima, dengan 95% berasal dari Timur Tengah dan 70% melewati Selat Hormuz.
(rfs/imk)





