Pemerintah Berharap Mudik Lebaran Angkat Konsumsi 15-20%, Bantu Target Ekonomi

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah optimistis momen mudik Idul Fitri akan mendongkrak perekonomian, seperti tahun-tahun sebelumnya. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan bahwa berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 15-20 persen dibandingkan bulan normal.

Peningkatan konsumsi tersebut berdampak termasuk ke pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro atau UMKM di daerah. Pendapatan pelaku UMKM daerah bisa naik hingga 50-70 persen.

“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa,” kata dia dalam pernyataan resmi, dikutip, Sabtu (21/3).

Haryo menambahkan, berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan. Ini berkat redistribusi aliran uang dari pusat aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah, sehingga memperluas dampak ekonomi dan meningkatkan peredaran uang secara lebih merata.

Pemerintah Salurkan Stimulus Sebelum Lebaran untuk Jaga Daya Beli

Pemerintah optimistis konsumsi masyarakat sepanjang momen mudik Lebaran ini bisa menunjang target pertumbuhan ekonomi 5,5-5,6 persen tahun ini, lebih tinggi dari tahun lalu 5,1 persen. Apalagi, pemerintah sudah merilis berbagai kebijakan stimulus.

Haryo menyebut terdapat alokasi stimulus pajak lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idul Fitri, hingga diskon tarif transportasi sebesar Rp911,16 miliar.  Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. 

“Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53-54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional,” kata dia. 

Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, Haryo menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. "Kami optimistis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Haryo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Warga Agam Lewati Sisa Banjir Bandang demi Silaturahmi di Hari Lebaran
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Harga BBM di Singapura dan Malaysia Meroket, di Indonesia tak Naik
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketika Literasi Hadir di Jalur Mudik
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Editorial MI: Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1,3 Juta Kendaraan Masuk Jateng Selama Arus Mudik Lebaran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.