Kisah Warga Agam Lewati Sisa Banjir Bandang demi Silaturahmi di Hari Lebaran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Silaturahmi dengan sanak keluarga menjadi tradisi dalam perayaan Idul Fitri. Begitu juga dengan warga di Nagari Meninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Namun, sebagian dari mereka terpaksa harus melewati bebatuan dan material sisa banjir bandang untuk bisa sampai ke tujuan.

Seperti yang harus dilalui oleh Warnida saat akan bersilaturahmi ke kediaman kerabat suaminya. Dikutip dari Antara, ia berjalan melewati jalan kecil yang dipenuhi tumpukan bebatuan di sisi kiri dan kanannya.

Jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang bisa memangkas waktu tempuh. Sebab jembatan kecil yang berada di dekat rumahnya telah terputus, sehingga ia harus menempuh jarak yang lebih jauh bila ingin lewat jalur utama.

Meski begitu ia tidak melanjutkan perjalanannya itu. Sebab di tengah perjalanan ada genangan air yang cukup dalam dan panjang. Warnida yang membawa anak-anaknya memilih untuk kembali dan mencari jalur lain.

"Rencana mau ke rumah keluarga. Bagaimana pun dalam keadaan seperti ini, kami tetap melihat sanak saudara, meski suasana sedikit kurang semangat karena keadaan kayak gini. Semoga bisa seperti yang dulu dulu lagi,” katanya.

Ruas jalan yang dilalui Warnida bersama keluarga berada tidak jauh dari aliran sungai yang dipenuhi material batuan besar akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Melintasi Jembatan Kayu

Tak jauh dari sungai, dua perempuan muda terlihat menggendong anak balita mereka saat melintasi jembatan kayu sederhana dan menyusuri tepian sungai menuju rumah kerabat.

Sementara itu, sejumlah anak usia sekolah dasar tampak mengumpulkan uang pecahan baru ke dalam tas dan saku mereka. Tradisi “manambang” yang menjadi kebiasaan masyarakat setempat saat Lebaran tetap berlangsung, yakni anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah untuk memperoleh Tabungan Hari Raya (THR) dalam bentuk uang kertas baru.

Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, sebanyak 2 unit di Nagari Maninjau hanyut dan hilang, selain itu 115 unit terdampak kerusakan, dengan taksiran kerugian total mencapai Rp44,8 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSSI Umumkan Skuad untuk Laga FIFA Series
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Sijudo Aceh Timur siapkan obor untuk pawai malam takbiran
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Lebaran untuk Semua: Persaudaraan Seluruh Bangsa
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Sumber Kehidupan di Timur Tengah Lenyap, Rasulullah Pernah Peringatkan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.