Bisnis.com, SEMARANG- Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masih berkapasitas jumbo di Indonesia, memiliki kisah yang menarik.
Ketua Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Noor Achmad mengungkapkan bahwa masjid ini menempati areal seluas 11 hektare dan didirikan mulai pada 2000. Pembangunan masjid, tuturnya, tidak semata dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai manifestasi dari semangat kebangsaan dan keislaman yang kuat di Jawa Tengah.
“Gagasan untuk membangun sebuah masjid yang akan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pusat kebudayaan Islam di wilayah tersebut mulai muncul pada awal tahun 2000-an,” jelasnya, sebelum Salat Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026).
Dia melanjutkan, pada tanggal 26 Desember 2001, Gubernur Jawa Tengah saat itu, Bibit Waluyo, secara resmi meluncurkan program pembangunan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, proyek ini kemudian menjadi prioritas utama bagi pembangunan infrastruktur keagamaan di provinsi tersebut, dan pada akhirnya diresmikan 2006 oleh presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Selain bangunan masjid utama, ada fasilitas di kanan-kiri yang memang diperuntukkan untuk fasilitas Masjid Agung Jawa Tengah. Di samping area yang ditempati Masjid Agung Jawa Tengah ini, ada juga tanah yang cukup kuas di sekitar masjid ini sebanyak 23 hektare, sehingga jumlah keseluruhan masjid dan sekitarnya ini 34 hektare,” tambahnya
Ke depan, pihaknya berencana mendirikan fasilitas pelayanan lainnya seperti rumah sakit, pasar dan sebagainya. Hal ini, tuturnya, merupakan perjuangan umat.
Masjid ini memiliki ciri khas lain selama Ramadan yakni konsisten sejak hari pertama, setiap malam menyelesaikan 1 juz yang dibaca oleh imam sebanyak 20 rakaat tarawih. Tidak hanya itu, MAJT juga memiliki ciri khas lain yakni para imam yang bertugas pernah menjadi juara internasional, baik di Uni Emirat Arab, Mesir dan lain sebagainya.
“Insyaallah di depan Masjid Agung Jawa Tengah ini juga akan kita terus kembangkan menjadi masjid yang modern, yang bersejarah. Tidak hanya nasional, tetapi sekaligus internasional. Karena kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa masjid di luar negeri, di Asia dan Timur Tengah,” jelasnya.
Semua itu, sambungnya, dilakukan tidak hanya semata-mata untuk Jawa Tengah, tapi untuk Indonesia dan juga untuk internasional.





