Sampah Makanan Lebaran Mesti Diwaspadai, Simak Solusi Penanganannya

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bogor: Sampah makanan berpotensi meningkat saat lebaran. Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Meti Ekayani menilai fenomena ini mencerminkan paradoks dalam budaya konsumsi masyarakat.

"Kalau ditanya penyebabnya, sebenarnya ada dua hal, budaya konsumsi masyarakat dan sistem pengelolaan sampah yang belum efektif," ujar Meti, mengutip laman resmi IPB University, Sabtu (21/3).

Dia menjelaskan, dalam budaya masyarakat Indonesia menyediakan makanan berlimpah sering dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Akibatnya, banyak rumah tangga menyiapkan hidangan jauh melebihi kebutuhan.

Baca Juga :

Menteri LH Ingatkan Pemda Potensi Kenaikan Sampah saat Libur Lebaran

"Kita cenderung tidak mau dianggap tidak sopan kalau makanan kurang. Jadi lebih baik dilebihkan. Padahal sering kali akhirnya tidak habis," jelasnya.

Insentif Sampah

Meti mengungkapkan, persoalan food waste tidak berhenti pada pemborosan makanan. Dampaknya juga memperbesar timbulan sampah yang harus ditangani kota.

Dia menilai sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih belum mampu mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Menurutnya, pemberian insentif bagi masyarakat perlu dipertimbangkan.

"Pengelolaan sampah kita masih didominasi sistem kumpul, angkut, lalu buang. Berapa pun sampah yang dihasilkan, iurannya sama," jelasnya.

Meti mengungkapkan di sejumlah negara maju sistem pengelolaan sampah dirancang untuk mendorong pengurangan sampah sejak dari rumah tangga.

"Salah satunya melalui skema pembayaran iuran berdasarkan volume sampah yang dihasilkan," katanya.

Pemilahan Sampah

Dia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah. Material yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi menjadi rusak dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.

"Kalau food waste tercampur dengan sampah kering, yang tadinya masih bisa dijual atau didaur ulang jadi tidak bisa dimanfaatkan lagi," ujarnya.


Situasi pemungutan sampah. Foto Antara

Perubahan Perilaku

Dia mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui perencanaan konsumsi. Kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga harus lebih baik lagi.

Limbah makanan juga dapat diolah kembali, misalnya menjadi kompos atau pakan melalui budi daya maggot.

“Kalau food waste tidak bisa sepenuhnya dicegah, setidaknya bisa diolah. Dengan begitu, kita tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga menciptakan manfaat baru dari limbah makanan,” terangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua MPR: Idulfitri Sebagai Momentum Perkuat Persaudaraan Bangsa
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Wapres Gibran-Ketua MPR RI Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal Jakarta | SAPA PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Salat Idul Fitri di Teheran Digelar di Tengah Konflik
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Besok Sabtu 21 Maret 2026: Siklon Narelle Picu Hujan Lebat, Wilayah Mana Saja?
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Lebaran di Lapas, Warga Binaan di Jakarta Bisa Bertemu Keluarga Dua Hari
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.