JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan belum ada informasi terkait rencana Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menghadiri open house yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
“Sementara belum ada informasi untuk hari ini,” kata Prasetyo Hadi.
Baca juga: Sore Ini, Prabowo Akan Halalbihalal Idul Fitri dengan SBY dan Jokowi di Istana
Ia mengungkapkan, Megawati dan Prabowo sebelumnya telah bertemu di Istana Merdeka beberapa hari lalu. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam dan diisi dengan diskusi serta pertukaran pandangan.
"Banyak sekali yang didiskusikan, saling bertukar pandangan. Karena bagaimanapun Ibu Mega pernah menjadi wakil presiden dan presiden, sehingga memiliki banyak pengalaman,” katanya.
Ia menambahkan, setiap era kepemimpinan memiliki tantangan yang berbeda. Namun, berbagi pengalaman antarpemimpin dinilai penting demi kemajuan bangsa.
“Setiap masa memiliki tantangan berbeda-beda. Tetapi sebagai seorang pemimpin, sangat baik untuk saling memberikan masukan dan berbagi pengalaman demi kemajuan bangsa dan negara,” kata Prasetyo.
Lebih lanjut, dia mengatan presiden akan berkeliling menyapa masyarakat yang hadir di istana.
Baca juga: Ajak Anak ke Halalbihalal Prabowo, Ibu Asal Cibitung: Anak Saya Ingin Lihat Istana
“Insyaallah, sebagaimana tahun lalu, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di Istana Merdeka ini,” kata Prasetyo.
Pemerintah tidak membatasi jumlah pengunjung secara ketat. Istana memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin hadir secara sukarela.
“Perkiraan total kurang lebih 4.000 sampai 5.000 orang. Kita tidak membatasi atau mengorganisasi seperti acara kenegaraan lainnya, misalnya peringatan 17 Agustus. Sepanjang masih memungkinkan, masyarakat dipersilakan masuk ke lingkungan Istana Merdeka,” ujarnya.
Baca juga: Seorang Warga Pingsan Saat Antre Halalbihalal di Depan Istana
Prasetyo menegaskan open house kali ini secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat umum. Menurutnya, presiden tak mewajibkan kehadiran pejabat kementerian maupun lembaga agar mereka dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
"Beliau tidak ingin merepotkan karena mungkin ada agenda atau acara keluarga. Jadi sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum kita buka,” jelas Prasetyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




