Sumber Kehidupan di Timur Tengah Lenyap, Rasulullah Pernah Peringatkan

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Suasana Sungai Tigris di Baghdad Irak. Negara yang sangat terdampak oleh perubahan iklim, telah dilanda kekeringan dan curah hujan rendah selama bertahun-tahun. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sumber kehidupan yang menopang manusia sejak ribuan tahun lalu di Timur Tengah mulai lenyap. Sungai Eufrat dan Tigris diperkirakan kering pada 2040, seperti yang pernah diperingatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Arkeolog menyebut Sungai Eufrat dan Tigris sebagai penopang munculnya peradaban pertama dunia. Wilayah di antara kedua sungai tersebut dikenal sebagai Mesopotamia, tempat lahir kota pertama dalam sejarah manusia seperti Uruk dan Babilonia. Kini, wilayahnya berada di dalam Irak,

Namun kini, Sungai Eufrat dan Tigris berubah drastis dan diperkirakan akan mengering pada 2040 mendatang. Fenomena ini ternyata pernah diperingatkan oleh Rasullah SAW jauh sebelumnya. Berikut bunyinya:


"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya" (HR. Muslim No. 2894).

Pilihan Redaksi
  • Hello Mr. Trump, Begini Cara Islam Menaklukkan Iran Persia
  • Iran Melahirkan Sejarah Pertanian Dunia, Berkembang 5.000 Tahun Lalu
  • Jejak Perang Paling Lama & Brutal Sepanjang Sejarah Dunia

Sungai Eufrat mengalir beberapa negara, dari Turki, Suriah, dan Irak, baru bermuara di Teluk Persia. Ini menjadi sistem sungai terbesar yang berada di wilayah Asia Barat. Eufrat yang berdampingan dengan Sungai Tigris adalah bagian dari wilayah yang subur. 

Namun sekarang sistem sungai tersebut mengering dengan sangat cepat. Bahkan laporan pemerintah Kementerian Sumber Daya Air pada 2021 memperingatkan sungai bisa mengering pada 2040.

Laporan tersebut menjelaskan sungai mengering diakibatkan penurunan permukaan air dan kekeringan akibat perubahan iklim, dikutip dari IFL Science, Kamis (12/3/2026).

Aliran di sistem Eufrat-Tigris telah berkurang hampir setengahnya dalam beberapa dekade saja. Dari citra satelit dilaporkan 144 kilometer kubik air tawar menghilang dalam 10 tahun, mulai 2003 hingga 2013.

Parahnya lagi, manusia di sekitarnya bergantung pada sistem sungai ini. Dilaporkan 60 juta orang bergantung pada air di sistem sungai Eufrat-Tigris untuk kehidupannya, khususnya di Turki dan Irak.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Ancaman AI Bubble: Euforia Teknologi yang Bisa Meledak?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara Ungkap Isi Video CCTV Bukti Dugaan Perzinaan Inara Rusli dan Insanul Fahmi 
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Iran Desak Negara Kawasan Cegah Wilayah Dipakai Serangan AS-Israel
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump Mencak-mencak Lagi NATO Ogah Bantu Amankan Selat Hormuz: Pengecut!
• 20 jam laludetik.com
thumb
Cegah Macet Arus Balik Lebaran, Polri Imbau Masyakarat Manfaatkan WFA
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Gus Ipul: Efisiensi Anggaran Tidak Sentuh Bansos
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.