Bandingkan Yesus dengan Genghis Khan, Netanyahu Dihujat Keras

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dihujat karena membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongol.

Mengutip Kantor Berita Anadolu pada Sabtu (21/3/2026), pernyataan itu dikeluarkan Netanyahu dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan media asing. Dia mengatakan Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan Genghis Khan jika suatu pihak cukup kuat, kejam, dan berkuasa.

“Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibanding Genghis Khan. Sebab, jika seseorang cukup kuat, cukup kejam, dan cukup berkuasa, maka kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi," katanya dalam acara tersebut.

Pernyataan Netanyahu memicu gelombang kritik di media sosial dari berbagai kalangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan sikap Netanyahu yang dinilai meremehkan Yesus Kristus merupakan hal yang mencolok.

“Bagi seorang tokoh yang sangat bergantung pada dukungan umat Kristen di Amerika Serikat, sikap meremehkan Yesus Kristus secara terbuka dari Netanyahu sangat mencolok,” tulis Araghchi di platform media sosial X seraya mengunggah video berisi pernyataan Netanyahu.

Araghchi juga mengkritik pujian Netanyahu terhadap Genghis Khan yang disebutnya sebagai pembantai terburuk yang pernah ada dalam sejarah.

Baca Juga

  • Iran Bersumpah akan Kejar dan Bunuh Netanyahu
  • Satu Panggung dengan Trump dan Netanyahu di KTT BoP, Prabowo Tekankan Good Neighbor Policy
  • Setelah Dikabarkan Meninggal, Netanyahu Rilis Pidato Perdana Usai Perang Iran

Menurutnya, pujian tersebut juga sejalan dengan status Netanyahu saat ini yang disebutnya sebagai penjahat perang yang sedang diburu.

Pendeta Lutheran Palestina dari Bethlehem, Munther Isaac, menyebut pernyataan Netanyahu menyinggung dalam banyak aspek.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak hanya membandingkan Yesus dengan Genghis Khan, tetapi juga menyiratkan bahwa ajaran Yesus bersifat naif, sementara pendekatan kekuatan dan kekerasan dianggap sebagai cara untuk mengalahkan kejahatan.

“Netanyahu dan para pendukung Zionis Kristen membuat etika ajaran Yesus seolah-olah menjadi bahan olok-olok,” ujarnya dikutip dari South China Morning Post.

Adapun, Netanyahu menolak tudingan bahwa dirinya menyinggung umat Kristen dengan pernyataan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, Netanyahu menegaskan pernyataannya tidak dimaksudkan untuk merendahkan Yesus.

“Lebih banyak berita palsu tentang sikap saya terhadap umat Kristen, yang dilindungi dan berkembang di Israel. Saya tegaskan: saya tidak merendahkan Yesus Kristus dalam konferensi pers saya,” tulis Netanyahu.

Dia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada pandangan sejarawan Amerika Will Durant.

“Durant, seorang pengagum besar Yesus Kristus, menyatakan bahwa moralitas saja tidak cukup untuk menjamin kelangsungan hidup,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah peradaban yang secara moral lebih unggul tetap dapat runtuh jika menghadapi musuh yang kejam dan memiliki kekuatan lebih besar.

“Peradaban yang lebih bermoral masih bisa jatuh oleh musuh yang kejam jika tidak memiliki kekuatan untuk membela diri. Tidak ada maksud menyinggung,” kata Netanyahu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Berharap Mudik Lebaran Angkat Konsumsi 15-20%, Bantu Target Ekonomi
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Purbaya Yakin Daya Beli Terjaga Selama Ramadan, Ekonomi Kuartal I Diprediksi 5,7 Persen
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo Sebut Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Hampir 100%
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gubsu Bobby Nasution-Seskab Teddy Bagi-bagi Sembako di Kota Medan: Perintah Prabowo
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Omongan Jujur Bung Harpa Terbukti, dari Awal Sudah Sebut Pemain Ini akan Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.