JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah masih menggodok wacana work from home untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swasta sebagai langkah efisiensi di tengah melonjaknya minyak dunia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pihaknya akan segera mengumumkan ke masyarakat apabila sudah selesai.
BACA JUGA:1.479 Narapidana Lapas Cilegon Terima Remisi Idul Fitri 2026, 8 Orang Langsung Bebas
BACA JUGA:Rano Karno Tekankan Open House Bukan Ajang Penyampaian Aspirasi: Fokus Silaturahmi
"Sedang kita godok, sedang kita finalkan nanti sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada masyarakat," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia menegaskan, kebijakan ini bukan disebabkan oleh gangguan pasokan energi. Menurutnya, kebijakan ini hanya sebagai momentum untuk mengoreksi diri.
“Insyaallah pasokan BBM tidak ada masalah, pasokan BBM aman. Tetapi kita ingin menjadikan momentum ini bagian dari untuk kita mengoreksi diri, memperbaiki diri, mengefisienkan diri," jelasnya.
BACA JUGA:Detik-Detik Momen Penyelamatan Belasan Anjing dan Kucing dari Kebakaran Oseng Endok Depok Milik Selebgram
BACA JUGA:Terungkap! Prabowo Beberkan Alasan Indonesia Gabung di BoP
Terkait potensi dampak terhadap sektor ekonomi informal seperti UMKM, Prasetyo memastikan pemerintah akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
“Baru digodok, baru dirumuskan gitu. Tentu itu pasti kita pikirkan gitu ya," imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah tengah menyiapkan aturan work from home (WFH) sebagai langkah efisiensi di tengah melonjaknya minyak dunia.
Rencananya, pemerintah akan menerapkan 4 hari Work From Office (WFO) dan 1 hari work from home (WFH).
BACA JUGA:Cerita Purbaya Yudhi Sadewa: Lebaran Pertama Jadi Menteri Lebih Berat, Sampai Sulit Tidur
BACA JUGA:Ancol Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran, Pengelola: 500 Personel Dikerahkan!
- 1
- 2
- »





