Aktor Intelektual Penyiraman Andrie Yunus Harus Diungkap, Anies: Sekarang Buktikan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Anies menegaskan pentingnya mengungkap aktor intelektual atau pemberi perintah di balik aksi yang melibatkan oknum TNI tersebut.

"Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya," kata Anies usai menggelar Open House Lebaran 2026 di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/03/2026).

Anies menilai, penegakan hukum selama ini kerap berhenti pada pelaku di tingkat lapangan atau "paling hilir".

Baca juga: Anggota TNI Pelaku Penyiraman Andrie Yunus, Proses Hukum Diingatkan Harus Transparan

Ia berharap kasus yang menimpa Andrie Yunus ini menjadi pembuktian bagi aparat untuk menyentuh bagian hulu atau perencana aksi.

"Jangan sampai berulang seperti peristiwa-peristiwa yang sering kejadian. Selalu yang terkena hukuman adalah pelaku paling hilir. Yang hulunya itu enggak pernah, jarang sekali. Nah, sekarang buktikan," ujar Anies.

Serangan Terhadap Demokrasi

Menurut Anies, penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut bukanlah tindak kriminal biasa.

Ia memandang aksi ini sebagai serangan terhadap individu yang tengah memperjuangkan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Anies meyakini bahwa tindakan tersebut mustahil dilakukan secara sporadik oleh satu atau dua orang saja tanpa perencanaan yang matang.

Ia pun sependapat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengategorikan kasus ini sebagai tindakan terorisme.

"Sikap beliau (Presiden) yang berkomitmen untuk melakukan penyelidikan itu harus diwujudkan oleh seluruh aparat hukum," tegasnya.

Dberitakan sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/03/2026) malam.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka bakar serius pada bagian mata, wajah, dada, dan tangan.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat prajurit yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Baca juga: Beda Keterangan TNI-Polri soal Penyiraman Air Keras, Pengamat: Picu Keraguan Publik

Keempatnya merupakan anggota Denma Bais TNI dengan inisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Matranya dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Keempat prajurit tersebut sudah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya," ujar Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, Rabu lalu.

Hingga saat ini, pihak Puspom TNI masih mendalami motif dan peran masing-masing pelaku dalam kasus yang menghebohkan publik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Halalbihalal di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Sambut Ribuan Warga dan Pejabat Negara
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Salat Id di Istiqlal, Khatib Bahas MBG Hingga Perjuangan Untuk Palestina
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Tunaikan Salat Id di Masjid Darussalam Aceh Tamiang, Didampingi Teddy dan Tito
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Lens Hancurkan Angers 5-1 dan Rebut Puncak Klasemen Liga Prancis
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Momen Hangat Presiden Prabowo Salat Id Bersama Warga Aceh Tamiang
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.