Warga menyantap hidangan bersama di atas nampan khas Melayu Jambi usai pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Jami’ Ba’alawi, kawasan Arab Melayu, Jambi, Sabtu (21/3/2026).
Tradisi makan bersama ini merupakan kebiasaan turun-temurun masyarakat Arab Melayu, khususnya di wilayah Jambi Kota Seberang. Biasanya, tradisi ini diikuti oleh kaum laki-laki setelah salat Id, serta pada momen hari besar Islam lainnya, sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Dalam suasana yang sama, juga digelar tradisi “injak bumi” atau turun tanah yang dilakukan oleh seorang ulama terhadap bayi, disaksikan oleh orang tua dan keluarga. Prosesi ini berlangsung di halaman masjid dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari raya.
Tradisi injak bumi merupakan simbol pengenalan kehidupan bagi bayi yang mulai belajar berjalan. Selain itu, ritual ini juga diiringi doa sebagai harapan agar sang anak tumbuh sehat, kuat, dan mendapatkan keberkahan dalam menjalani kehidupannya.
Kedua tradisi tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai budaya dan keagamaan yang masih dijaga oleh masyarakat Arab Melayu di Jambi, sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah perayaan Idul Fitri.





