JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyoroti kekhawatiran terhadap kebebasan berbicara serta dugaan serangan terhadap aktivis demokrasi.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam konteks ajakan untuk kembali pada “fitrah bangsa” di momentum Idul Fitri.
“Secara pribadi kita kembali ke fitrah kita dan secara kehidupan berbangsa bernegara kembali kepada fitrahnya,” katanya saat ditemui di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga: Aktor Intelektual Penyiraman Andrie Yunus Harus Diungkap, Anies: Sekarang Buktikan
Menurutnya, fitrah bangsa Indonesia merujuk pada nilai-nilai dasar yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menjadi alasan awal berdirinya sekaligus pedoman peran Indonesia di dalam dan luar negeri.
Anies kemudian menyoroti kondisi saat ini yang menurutnya memunculkan keprihatinan.
Salah satunya penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
"Itulah hari-hari ini kita menyaksikan ada serangan terhadap aktivis demokrasi, ada kekhawatiran kebebasan berbicara, ada peran Indonesia di wilayah internasional yang dipertanyakan," ungkapnya.
Menurut Anies, situasi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh elemen untuk kembali pada prinsip dasar konstitusi.
“Ini adalah kesempatan untuk kita kembali kepada fitrah kita, Fitrah bangsa Indonesia di mana itu? Konstitusi Pembukaan UUD 45,” jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang