WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran jika tak segera buka Selat Hormuz dalam 48 jam.
Trump menegaskan AS bakal menghantam pembangkit listrik Iran jika negara itu tak segera membuka wilayah air yang penting untuk pasokan minyak dunia tersebut.
Ancaman tersebut diungkapkan Trump, Sabtu (21/3/2026), di akun media sosial Truth.
Baca Juga: Pelapor PBB Ungkap Tahanan Palestina di Israel Disiksa secara Sistematis
“Jika Iran tak membuka sepenuhnya Selat Hormuz tanpa ancaman, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menghantam dan menghancurkan sejumlah pembangkit listrik, yang dimulai dari yang terbesar,” tulisnya di media sosial tersebut dikutip dari Anadolu Agency.
Ia memposting ancaman tersebut pada pukul 19.44 waktu setempat, yang berarti ancaman itu berlaku hingga waktu yang sama pada Senin (23/3/2026).
Meski begitu, Trump tak secara spesifik menegaskan pembangkit listrik mana yang dimaksudkan sebagai yang terbesar.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (20/3/2026) mengatakan Iran tak akan menahan diri jika infrastrukturnya diserang.
Trump juga sebelumnya sempat mengatakan ia akan berusaha menghindari menargetkan pembangkit listrik di Teheran. Menurutnya itu, akan membuat kehancuran dan trauma bagi warga sipil.
Tak ayal, ancaman Trump menjadi eskalasi signifikan dari retorikanya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Anadolu Agency
- donald trump
- selat hormuz
- iran
- trump mengancam iran
- pembangkit listrik iran





