Bitcoin Nyangkut di Level US$70.000, Begini Pandangan Analis

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Harga Bitcoin terpantau bergerak fluktuatif dan bertahan di kisaran US$70.000 setelah melewati pekan penuh gejolak imbas ketegangan geopolitik yang semakin memanas dan pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), baru-baru ini.

Melansir dari Crypto News, aset digital termahal di dunia ini berada di level level US$70.672,50 pada sesi perdagangan Sabtu, 21 Maret 2026. Posisi ini turun tipis dalam 24 jam terakhir namun masih menguat sekitar 0,11 persen dalam sepekan. 

Baca Juga :
Bursa Asia Dibuka Beragam Saat Harga Minyak Meledak Usai Trump Perintahkan Serangan ke Pulau Kharg
IHSG Sesi I Rontok 133 Poin, Cek 3 Saham Top Gainers di Jajaran LQ45

Bitcoin sempat mendekati angka $74.000 dua kali dalam beberapa hari terakhir. Namun, emas digital ini kembali gagal melampaui level psikologis di area US$70.000 menyusul aksi serangan militer AS ke infrastruktur Iran.

Meski sempat bangkit dan menyentuh US$76.000 sekaligus level tertinggi dalam hampir enam pekan, reli tidak berlangsung lama. Bitcoin kembali terkoreksi ke kisaran US$74.000, lalu merosot hingga US$71.200 menjelang keputusan The Fed menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen sampai 3,75 persen. 

Setelah bank sentral AS menahan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, Bitcoin sempat rebound ke US$72.000. Namun, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait inflasi dan kondisi ekonomi kembali menekan harga hingga turun ke US$68.800 lalu naik lagi ke atas US$70.000.

Analis kripto, Michaël van de Poppe, menyoroti sinyal valuasi Bitcoin terhadap emas yang menunjukkan pola teknikal tertentu. Dia mengatakan, “Ini tidak berarti kita langsung naik dari sini,” seraya menyoroti pola serupa pada 2015, 2018, dan 2020 justru menandai titik terendah pasar bearish.

Pandangan senada disampaikan analis lain darip pengamat pasar, CryptosRus. Ia menyebut Bitcoin kini diperdagangkan dekat dengan realized price, yakni level yang sebelumnya sering bertepatan dengan titik bawah siklus pasar.

“Setiap kali BTC mencapai zona ini, biasanya tidak bertahan lama,” ujarnya.

Sementara itu, analis CryptoQuant, burakkesmeci, melihat adanya dukungan kuat dari sisi permintaan. Data arus dana di Binance menunjukkan tren akumulasi yang konsisten.

Ia mencatat, rata-rata sekitar US$55 juta Bitcoin keluar dari Binance setiap hari, menandakan investor cenderung menyimpan aset mereka di luar bursa. Tren ini membantu mendorong kenaikan Bitcoin dari US$65.000 ke US$74.000 dan menjelaskan mengapa harga tetap kuat meski pasar global menghadapi tertekan.

Baca Juga :
Waspada! IHSG Berpotensi Jatuh ke Level 6.700, Intip 5 Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Berpotensi Melemah Akibat Tekanan Jual, Intip 5 Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca NTT 22-24 Maret 2026 :  Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang 
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
MAKI Soal Gus Yaqut: Baru Kali Ini ada Tahanan Istimewa di KPK
• 1 jam laludisway.id
thumb
Daftar Game yang Paling Oke Dibeli di Diskon Steam Spring Sale 2026
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Iran Serang Pangkalan Militer AS-Inggris di Samudra Hindia, London Mengutuk Upaya Teheran
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.