jpnn.com, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hariqo Wibawa Satria, menilai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peta yang jelas dalam menghadapi tantangan komunikasi di tingkat global.
Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini semakin kompleks seiring maraknya disinformasi dan misinformasi yang menjadi ancaman utama dunia, sebagaimana tercantum dalam Laporan Risiko Global 2025.
BACA JUGA: Gotong Royong Pembangunan Jembatan di Riau Dipuji Pemerintah, Baznas Mundur Bijak
“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu. Karena itu, upaya Baznas menjawab tantangan ini patut diapresiasi,” ujar Hariqo.
Da menyebut, langkah Baznas seperti pertemuan rutin dengan wartawan, keterbukaan terhadap kritik, serta menampilkan kisah penerima manfaat menjadi bagian dari strategi komunikasi yang efektif.
BACA JUGA: Presiden hingga Menteri Kabinet Tunaikan Zakat di Istana Melalui Baznas
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” di Gedung Baznas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Hariqo juga mengapresiasi upaya Baznas dalam memperkuat literasi zakat serta meluruskan informasi keliru melalui peningkatan partisipasi publik, termasuk lewat berbagai kegiatan dan lomba.
BACA JUGA: Pimpin Baznas, Sodik Mudjahid Tekankan Keberlanjutan Program Zakat
Dia menegaskan, penguatan komunikasi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terutama terkait isu penggunaan dana zakat yang kerap disalahpahami.
Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat dapat mendorong masyarakat untuk berzakat, terlebih jika mereka mengetahui secara langsung manfaat yang diterima para mustahik.
Hariqo menambahkan, terdapat tiga indikator utama dalam komunikasi publik, yakni pelaksanaan program, partisipasi masyarakat, serta publikasi dan dokumentasi yang luas. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




