Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS usai Libur Idulfitri 2026

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS usai libur Idulfitri atau Lebaran 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp16.990-Rp17.075 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Selasa (17/3/2026) pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup stagnan pada level Rp16.997 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,19% ke 99,89.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi. Yen Jepang melemah 0,06%, dolar Hong Kong melemah 0,08%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan menguat 0,38%, dan won Korea Selatan menguat 0,17%. 

Lalu peso Filipina menguat 0,15%, yuan China menguat 0,05%, ringgit Malaysia naik 0,28%, dan baht Thailand turun 0,20%. 

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan rupiah sebelumnya stagnan karena masalah gangguan pengiriman di Selat Hormuz, akibat konflik AS dan Israel-Iran. Konflik ini telah memasuki minggu ketiga, tetapi belum terdapat kesepakatan gencatan senjata antara ketiga negara tersebut. 

“Ini membuat harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ujar Ibrahim, Selasa (17/3/2026). 

Baca Juga

  • Rincian Utang Pemerintah Rp9.637,9 Triliun: 70% dari SBN Berdenominasi Rupiah
  • BI Intervensi Rupiah di Pasar Offshore saat Libur Lebaran, Antisipasi Gejolak Timur Tengah
  • Rupiah Dihantam Perang Timur Tengah, Bank Indonesia Pasang Badan Sampai Rebound

Menurut Ibrahim, harga minyak terus mengalami kenaikan meskipun Trump telah meminta negara-negara NATO untuk membantu menyelesaikan masalah di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran mengizinkan kapal-kapal yang tidak memiliki hubungan dengan AS dan Israel untuk melintasi Selat Hormuz. 

Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Federal Reserve juga akan melakukan pertemuan yang kemungkinan besar masih akan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% sampai 3,75%.

Dari domestik, pemerintah menyampaikan akan tetap mempertahankan defisit anggaran di bawah 3%, meskipun Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian sebelumnya mengatakan defisit APBN kemungkinan akan berada di atas 3%, bahkan di atas 4%.

Akan tetapi, pemerintah mengkaji ulang agar defisit anggaran tetap berada di bawah 3%, dengan cara mengurangi beban biaya-biaya yang tidak diperlukan, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Selain itu, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga pada level 4,75%. Menurut Ibrahim, BI mempertahankan suku bunga melihat kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat perang di Timur Tengah cukup luar biasa, apalagi setelah harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Tahan Pelemahan Rupiah

Sementara itu, kebijakan terbaru BI yang memperketat aturan kewajiban dokumen pendukung (underlying) untuk transaksi valuta asing (valas) mulai 1 April 2026 dinilai akan efektif sebagai penahan laju pelemahan nilai tukar rupiah.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede memandang bahwa kebijakan teranyar bank sentral tersebut cukup mumpuni untuk meredam tekanan dalam jangka pendek. Meski begitu, sambungnya, dampaknya lebih berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) ketimbang pendorong penguatan rupiah secara tajam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pastikan Pengungsi Aceh Tamiang Tak Lagi di Tenda
• 19 jam laludetik.com
thumb
Beberapa fitur lama diperkirakan hadir lagi pada model ponsel 2026
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
4 Wisatawan Jakarta Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Evakuasi Menegangkan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Bukan Programmer! Ini Profesi Paling Diburu di Era AI
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Citi Pangkas Target! Bitcoin Bisa Anjlok ke US$ 58.000
• 4 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.