Lereng Gunung sampai Desa Wisata di Malang Siap Sambut Libur Lebaran

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Tak lengkap rasanya Lebaran hanya diisi silaturahmi, berkumpul dengan keluarga dan kerabat. Aneka hidangan lezat juga tidak cukup lagi. Bagi mereka yang masih punya sisa waktu libur, dahaga jiwa masih butuh diobati. Salah satunya dengan mengunjungi destinasi wisata menarik.

Arus kendaraan dari Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ke arah Kota Batu, ramai pada hari pertama Lebaran, Sabtu (21/3/2026). Ada warga yang bersilaturahmi dengan kerabat. Sebagian lainnya ingin berwisata.

Namun, jumlah mereka yang berwisata memang belum begitu banyak. Hal itu bisa diketahui dari beberapa obyek wisata, jumlah kendaraan terparkir masih bisa dihitung jari.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan jumlah pelancong akan mulai ramai selepas hari kedua Lebaran. Pada hari pertama dan kedua, mereka biasanya masih fokus silaturahmi.

Sebanyak 27,29 juta warga diperkirakan masuk ke Jatim selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Angka tersebut merupakan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Jatim menjadi wilayah kedua terbanyak setelah Jawa Tengah (38,71 juta) yang menjadi tujuan pemudik. Sementara sisanya berada di Jawa Barat, 25,09 juta.

Malang menjadi menarik bukan saja karena memiliki banyak obyek wisata. Posisinya beririsan dengan segi tiga emas destinasi wisata unggulan di Jatim.

Selain Gunung Bromo, ada Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, dan api biru Kawah Ijen di Banyuwangi.

Baca JugaBerkontemplasi dalam Kesegaran Lereng Arjuno

Sejumlah pelaku wisata pun telah menyiapkan diri menyambut pelancong. Bahkan, sejumlah obyek wisata di Malang tetap beroperasi meskipun hari-H Lebaran.

”Kami tidak tutup selama Idul Fitri, termasuk hari-H. Mungkin mundur saja waktu bukanya. Biasanya kami di hari-H pukul 08.00-17.00 WIB, setelah H+1 kami kembali ke jam normal, 06.00-17.00 WIB. Pabrik pengolahan daun teh juga hanya libur sehari,” ujar Rosalia Sandra Julien, Asisten Agrowisata Kebun Teh Wonosari.

Kebuh Teh Wonosari merupakan salah satu obyek wisata alam yang berada di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Berada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, lokasinya berada di lereng Gunung Arjuno.

Dengan luas 1.100 hektar, kebun teh yang berdiri sejak tahun 1875 ini tak hanya menyuguhkan pemandangan alami hamparan kebun nan menghijau, tetapi juga sejumlah wahana permainan menarik.

Wisatawan juga bisa menginap di tempat itu karena ada cottage dan hotel di kawasan yang dikelola PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 5 itu.  

”Kami ada beberapa fasilitas wahana, seperti jip mini, kereta listrik, mobil klasik, dan lainnya. Jembatan Bukit Kuneer juga baru saja kami renovasi. Selain itu ada juga Arjuna Geopark dengan spot-spot fotonya. Ada juga paket-paket halal bihalal,” tuturnya. 

Pihak kebun teh memprediksi kunjungan wisatawan tetap bagus pada Lebaran kali ini. Menurut Rosalia untuk masa tiga hari pertama Lebaran, tingkat okupansi penginapan mencapai 85 persen.

Kebanyakan yang memesan adalah warga dari daerah-daerah di Jatim yang ingin menghabiskan libur Lebaran di tempat asri. Sisanya, diperkirakan datang menyusul. 

Menurut Rosalia, persiapan panjang telah dilakukan oleh pengelola untuk menghadapi libur Lebaran. Masukan dari pelanggan saat beberapa kali long weekend sebelumnya, menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi libur Lebaran kali ini.

”Untuk harga penginapan ada tambahan 20 persen dari harga normal selama Lebaran, tetapi ada tambahan bonus hamper,” katanya.

Harga tiket selama high season mencapai Rp 30.000 per orang dari biasanya Rp 20.000 saat weekday dan Rp 25.000 saat weekend. Adapun harga penginapan untuk hotel mulai Rp 549.000 dan cottage Rp 825.000-Rp 2,2 juta.

Selain Kebun Teh Wonosari, mereka yang gemar dengan alam bisa menikmati banyak lokasi wisata menarik di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang.

Deretan pantai yang sudah terjalin dengan Jalan Lintas Selatan siap menerima pelancong. Sebut saja Pantai Kondang Merak, Ngliyep, Balekambang, Bajul Mati, Watuleter, hingga Pantai Sendangbiru.  

Namun, jalur utama menuju ke obyek wisata pantai melalui Kecamatan Bantur hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

Masih ada beberapa titik pekerjaan sehingga berpotensi menganggu kenyamanan pengendara, meski sebagian besar kondisinya telah mulus. Dua tahun terakhir, jalur sepanjang 30 kilometer dari Gondanglegi-Balekambang tengah diperlebar menjadi jalan nasional.

Namun, jangan khawatir, kendaraan wisatawan bisa melalui jalur alternatif melalui Pagak ke arah Sumbermanjing Kulon dan Donomulyo. Atau melalui Turen menuju Sumbermanjing Wetan. Pengunjung juga bisa melalui jalur Gedangan.

Adapun mereka yang menyukai wilayah pegunungan bisa mengeksplor kawasan Taman Nasional Raden Soerjo di sisi utara Kota Batu.

Ada sejumlah spot menarik di kawasan ini, mulai dari suasana pertanian di desa tertinggi Sumberbrantas, pemandian air panas Cangar, hingga petik apel yang tersebar di wilayah Kecamatan Bumiaji.

Baca JugaMalang-Batu Macet, Masih Ada Pilihan Wisata Lain dan Jalur Alternatif

Mereka yang suka adrenalin juga bisa menikmati paralayang di Gunung Banyak, bersepada menuruni bukit (down hill) di Klemuk, hingga arung jeram menyusuri hulu Sungai Brantas.

Sejumlah desa wisata juga siap menerima wisatawan. Salah satunya Pujon Kidul di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Menyambut libur Lebaran kali ini sejumlah persiapan telah dilakukan pengelola. Mereka tetap beroperasi meski hari-H Lebaran.

”Ada beberapa persiapan terkait fasilitas. Misalnya, di Kafe Sawah ditambahkan atap,” ujar Kepala Desa Pujon Kidul Muhammad Ismail Mahfud Said.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, menurut Mahfud, harga tiket masuk juga diturunkan dari Rp 15.000 menjadi Rp 10.000 per orang. Mahfud berharap, Desa Wisata Pujon Kidul bisa menjaring lebih dari 1.000 orang per hari selama libur Lebaran.

Berdasarkan pengalaman pada libur panjang sebelumnya, desa wisatanya didatangi 1.000-1.200 orang per hari. Adapun sepanjang 2025 jumlah pengunjung Kafe Sawah mencapai 120.000 orang.

Selain menikmati Kafe Sawah dengan semua fasilitasnya, pengunjung juga bisa melihat aktivitas masyarakat. Pujon Kidul merupakan desa agraris yang terdiri dari lahan-lahan pertanian dan peternakan sapi perah.

Bagi mereka yang ingin berlama-lama, di tempat itu juga terdapat sejumlah homestay keluarga yang harganya terjangkau.   

Nah, dengan segudang destinasi wisata yang ada, wisatawan yang ingin mendapatkan suasana berbeda dan alami saat mudik Lebaran tinggal pilih. Apakah mereka ingin menikmati suasana lereng pegunungan, pantai, atau desa wisata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalan untuk Serang Selat Hormuz
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Curhat Warga Pekayon Kebanjiran saat Lebaran: Nangis Aja, Sedih Banget Rumah Terendam
• 17 jam laluokezone.com
thumb
"Open house" di Istana, warga haru dan bahagia bertemu Presiden
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Buah yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Usai Lebaran
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Seorang PNS Tewas dalam Kebakaran di Benhil Jakarta Pusat
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.